Wanita yang Dibela Pengacara Muda Tobby Ndiwa Ternyata Bukan Wanita Biasa

oleh
1.471 views
Pengacara Tobby Ndiwa mendampingi Martha Kase di Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat (Foto: Facebook.com/tobby.ndiwa)

[KUPANG.ONLINE]  Malang nian nasib Ny. Martha Kase (41 tahun) diperlakukan tak manusiawi oleh petugas Security Gagak Rima (SGR) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (27/10/2018).

Peristiwa bermula di kawasan GBK. Area yang menjadi langganan Martha Kase dan kawan-kawan mengais rejeki selama 20 tahun. Sehari-hari Martha Kase berjualan teh botol di kawasan tersebut. Selama dua puluh tahun pula, ia dan teman-temannya tidak mendapat larangan beraktivitas baik dari pihak Pemerintah Provinsi DKI maupun Kemenpora untuk berjualan di tempat tersebut.

Belum genap setengah tahun di tempat tersebut, SGR bertindak pongah dan semena-mena terhadap penjaja minuman seperti Ny. Martha Kase. Personil SGR ditempatkan di kawasan tersebut sejak perhelatan Asian Games dan Asian Para Games 2018 yang lalu. Personil SGR kontak mengeroyok Martha cs sampai babak belur dengan menggunakan pentungan, pula diinjak dan diseret bahkan ditelanjangi.

Personil SGR tak hanya bertindak kasar, mereka juga bertindak rasis terhadap Martha dan kawan-kawan. Tindakan rasis sebagaimana diungkapkan advokat muda asal Nagekeo, Tobby Ndiwa, yang dipercayakan untuk melakukan pendampingan hukup terhadap wanita asal NTT ini.

“Mana itu Ambon. Hajar Ambon itu!” tulis Ndiwa mengutip pengakuan korban seperti dilansir Halamansembilan.com, Kamis (01/11/2018).

Setelah menerima perlakuan tak beradab ini, korban melaporkan perihal tragedi yang dialaminya kepada mantan atlit lari nasional, Eduardus Nabu Nome. Nabu Nome lalu berinisiatif untuk menghubungi perkumpulan diaspora NTT untuk membantu korban dan rekannya secara hukum. Pihak Diaspora NTT menunjuk Tobby Ndiwa untuk mendampingi korban. Tobby Ndiwa didatangi langsung  Nabu Nome, peraih perak atletik Olimpiade Soul 1998, untuk meminta kesediaannya mendampingi Martha Kase dan kawan-kawan.

Kasus penganiyaan ini telah dilaporkan Tobby Ndiwa dan sementara ditangani Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Penasihat hukum sedang memfollow up kasus ini agar berjalan sesuai dengan aturan,”tegas Ndiwa seperti dilansir Halamansembilan.com, Kamis (01/11/2018).

Siapakah Martha Kase? Barangkali kita sudah lupa dengan sosok yang satu ini. Martha adalah atlit nasional dari tahun 1980 – 2000. Ia memiliki prestasi di level Asia Tenggara, meraih perak pada Sea Games 1997. Sedangkan di tingkat nasional, Marta mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) sebanyak 3 kali dan 3 kali pula ia meraih emas untuk NTT.

Tobby Ndiwa adalah advokat muda yang namanya semakin naik daun sejak menjadi tim advokasi kasus pembunuhan Grace Gabriel (6 tahun) yang ditemukan di kebun singkong dalam keadaan tak bernyawa.

Semoga kasus ini tak hanya membuka mata masyarakat NTT di perantauan, juga pemerintah Provinsi NTT. Karena Martha Kase bukan perempuan biasa, ia adalah wanita penjasa yang pernah mengharumkan NTT melalui olahraga yang ditekuninya. ***