Wagub Josef Nae Soi Tandatangani MOU Kerjasama, Buka Peluang TKI dari NTT Bekerja di Hongkong

oleh
2.311 views
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dan Alice T. Soi dari Manna Employment Agency VO LTD (Foto: Dok. Ist)
PropellerAds

[KUPANG.ONLINE] Pada tahun 2015, Karolus Kopong Medan, Ketua Tim Peneliti Penanganan Tenaga Kerja Indonesia NTT, mengungkapkan sebanyak 27.669 TKI asal NTT yang bekerja diluar negeri.  Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencatat NTT berada di peringkat ke-11  pengiriman TKI ke luar negeri (Tempo.co, 29/06/2015).

Angka di atas belum termasuk TKI yang berangkat secara illegal. Secara nasional, Tempo.co mengungkapkan sebanyak 6,2 juta TKI di luar negeri, 1,8 juta diantaranya  illegal atau tidak memiliki dokumen sah. Dari total angka tersebut, NTT menyumbang  100-500 ribu orang TKI.

Iklan

Data dan statistik di atas merupakan kondisi TKI pada tahun 2015. Kita tak bisa menampik jumlah TKI NTT yang berangkat keluar negeri terus meningkat setiap tahunnya – terutama tiga tahun terakhir ini. Hal ini disebabkan pola rekruitmen difokuskan di pedesaan dan sasarannya adalah warga yang berpendidikan rendah. Sehingga banyak warga NTT dari kelompok yang disebutkan di atas mudah tergiur dan terjebak oleh iming-iming perekrut atau calo tenaga kerja.

Di NTT, masalah TKI ini bagaikan benang kusut yang sulit terurai. Dari tahun ke tahun meninggalkan jejak buram. TKI asal NTT yang pulang dalam keadaan tak bernyawa terus bertambah. Setiap tahunnya, TKI NTT yang pulang dalam keadaan tak bernyawa mencapai puluhan bahkan ratusan orang. Sepanjang tahun 2018, Kompas.com (13/01/2019) mencatat sebanyak 105 TKI yang pulang dalam keadaan tak bernyawa. Dari total tersebut, hanya 3 orang yang berangkat secara illegal, lainnya illegal. Dengan kata lain, mayoritas TKI yang meninggal adalah TKI ilegal.

NTT selalu dalam penglihatan minus karena pemerintahnya tak mampu mengatasi dan menuntaskan masalah TKI illegal.

Kondisi ini memang sangat memprihatinkan. Melukai rasa kemanusiaan. Menyadari itu,  Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT merasa terpanggil dengan mengupayakan moratorium pengiriman TKI.

Adanya moratorium ini, pemerintah diberikan kesempatan untuk mengevaluasi perihal penanganan TKI serta mencari strategi penanganan TKI, meskipun   moratorium pengiriman TKI bukan sebuah solusi yang tepat. Dalam banyak aspek, hal itu merungikan Indonesia. Karena TKI merupakan pahlawan devisa yang turut berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi menyadari itu. Karena itu mereka terus berupaya untuk mencari solusi yang terbaik untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi TKI.  Tak hanya itu, Pemda NTT juga berkewajiban untuk  memproteksi TKI dari perilaku PJTKI nakal dan majikan jahat yang menyengsarakan para TKI.

Beberapa langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTT dibawah kepemimpinan “Viktor-Josef” adalah meningkatkan pengawasan terhadap tindakan perdagangan orang di bandara dan pelabuhan, melakukan pendataan TKI asal NTT di Malaysia, dan terkakhir membangun komunikasi dan kerjasama dengan agen tenaga kerja luar negeri.

Strategi yang terakhir ini  sedang dibangun oleh Pemda NTT dengan Manna Employment Agency,  agen tenaga kerja yang berkedudukan di Hongkong. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandangan MOU antara Pemda NTT yang diwakili oleh Wagub Nae Soi  dengan ibu Alice T. Soi, perwakilan dari Manna Employment Agency VO LTD. Salah satu poin penting dalam MOU tersebut, yakni adanya kesempatan  bagi TKI asal NTT untuk bekerja di Hongkong.   Selain itu, para TKI senior yang telah bekerja selama sepuluh tahun ke atas akan bantu mengajar bahasa Kanton Mandarin kepada calon TKI dari NTT untuk Hongkong. Singkatnya, MOU tersebut memuat perihal pengiriman TKI terlatih dan terdidik dari NTT ke Hongkong melalui agen yang bonafid. Penandatangan MOU ini disaksikan oleh notaris Hongkong dan Pater Heribertus SVD, misionaris asal NTT, dan Pendeta John.

Informasi yang diperoleh KUPANG.ONLINE, penandatangan MOU ini bertepatan dengan kunjungan Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, atas undangan   TKI asal NTT di Hongkong. Kehadiran Wagub NTT merupakan penantian panjang selama 10 tahun lebih dan baru kali ini Pemda NTT merespon undangan mereka. Pada kesempatan tersebut, Wagub NTT merayakan natal bersama dengan Komunitas Flobamora di Hongkong dengan pengkotbah Pdt. Marthen Djari.  Natal keluarga Flobamora Hongkong kali ini  dimeriahkan oleh Andmesh Kamaleng. ***

PropellerAds