Viktor-Josef Penuhi Janji Berantas Mafia Perdagangan Orang, Pulangkan 3 Remaja NTT yang Akan Dipekerjakan Sebagai PSK

oleh
450 views
Wakil Gubenur NTT Josef Nae Soi dan tiga remaja korban perdagangan orang asal NTT (Foto: Fortiternews.com)

KUPANG.ONLINE – Perdagangan orang (human trafficking) bukan lagi isu  melainkan realitas yang sedang menggoroti rasa kemanusiaan kita. Masalah perdagangan di NTT  memprihatinkan. Korban telah banyak berjatuhan. Mereka umumnya anak-anak dibawah umur.

Viktor Laiskodat dan Yoseph Nae Soi dalam janji kampanyenya  pada perhelatan Pilgub NTT yang lalu berjanji akan membasmi human trafficking. Sejak dilantik, Viktor-Josef langsung menabuh genderang perang melawan mafia perdagangan orang. Viktor tak tanggung-tanggungakan mematahkan kaki pelaku perdagangan orang.

Sebagaimana dilansir Fortiternes.com,  Senin (08/10/2018) melaporkan tiga remaja putri NTT dipulangkan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dari Medan. Mereka direkrut dan akan dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Medan, Sumaetera Utara. Ketiga remaja tersebut diidentifikasi FS (Kabupaten Timor Tengah Selatan), LS  (Kabupaten Kupang), dan SA (Kabupaten Malaka).

Seperti dikutip dari Fortiternes.com,  Senin(08/10/2018), informasi keberadaan tiga remaja ini diketahui oleh Josef Nae Soi dari Suster Tine, seorang biarawati yang aktif dalam Relawan Untuk Kemanusiaan, menemukan ketiga korban di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Suster Tine melihat ketiga remaja ini tampak kebingungan di bandara. Oleh karena itu Suster tersebut langsung memberikan nomor HP nya untuk dihubungi jika terjadi sesuatu.

“Suster Tine itu telepon saya hari Minggu (7/10/2018) sore hari menyampaikan hal ini. Saya langsung ke Medan dan menjemput anak-anak kita ini. Di Medan mereka baru satu minggu dan sudah dipekerjakan untuk melayani laki-laki hidung belang atau menjadi Pekerja Seks Komersial. Saya sangat prihatin, lantaran mereka masih di bawah umur. Mereka di Medan ditolong oleh Keluarga Sinaga dan Keluarga Klik keturunan India rekannya Suster Tine setelah sebelumnya para korban ini minta perlindungan di salah satu Gereja di Malaysia,” cerita Josef Nae Soi seperti dilansir Fortiternes.com,  Senin (08/10/2018).

Keberadaan tiga remaja ini telah diketahui oleh Pemerintah Sumatera Utara dan mereka akan mengirimkan surat kepada Pemerintah NTT untuk memfasilitasi kepulangan tiga remaja ini. Surat itu belum sempat dikirim, Nae Soi langsung menelepon ke Medan dan mengatakan ia sendiri yang mewakili Pemerintah NTT untuk menjemput tiga korban human trafficking. Ia meminta ketiga anak itu dibawa ke Hotel Aston, Senin (08/10/2018) dan menginap bersamanya sebelum terbang ke Kupang.

Sebagaimana dilansir Fortiternes.com,  Senin (08/10/2018), Nae Soi menegaskan Laiskodat dan dirinya memiliki komitmen dan ketegasan untuk membasmi mafia perdagangan orang hingga ke akarnya.

“Kita tidak bisa memberikan toleransi untuk mafia ini. Mafia-mafia ini tersebar di NTT dengan leluasa dan di Medan juga. Mereka saling berhubungan. Kita kejar mereka dan kita tindak tegas mereka sebab anak-anak kita dari NTT ini sangat murah harga dirinya diperlakukan secara biadab. Kami sudah bekerja sama dengan aparat keamanan yakni Kapolda, Danrem, Danlanud, Danlanal, dan pihak terkait lainnya untuk terus mengejar para pelaku yang menjadi mafia ini. Puji Tuhan, sudah kita kantongi para pelaku ini. Selain itu kita juga lakukan moratorium,” kata Yoseph  yang dilansir Fortiternes.com,  Senin (08/10/2018).

Josef Nae Soi mengatakan akan menjadikan tiga remaja ini sebagai pilot project pemerintah NTT.  Pemerintah akan memfasilitasi dan menitipkan mereka di Biara Suster Tine. Selanjutnya mereka akan diberi pelatihan sesuai dengan bakat dan kemampuan mereka kelak mereka dapat hidup mandiri.

Nae Soi menegaskan pemerintah NTT akan melakukan kerja sama dengan gereja atau lembaga keagamaan lainnya untuk mendirikan tempat penampungan bagi para korban perdagangan orang.

“Kita punya orang NTT itu lebih percaya lembaga agama tidak percaya pemerintah, jadi kita minta lembaga agama ini untuk bantu pemerintah untuk memberikan bimbingan dan pelatihan. Kalau pemerintah, mereka bilang pemerintah juga bekerja sama dengan mafia.” Tandasnya kepada Fortiternes.com,  Senin (08/10/2018).

Pemerintah NTT dibawah kepemimpinan Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi menunjukkan komitmen yang serius untuk membasmi mafia human trafficking. Dalam rangka itu, pemerintah NTT akan memulai dengan menertibkan TKI asal NTT. Dimulai dengan pendataan TKI asal NTT di Malaysia. Bulan November ini, Nae Soi akan mewakili Pemerintah NTT bersama tim JPIC akan berangkat ke Malaysia dalam rangka pendataan tersebut. TKI ilegal akan diupayakan untuk memiliki dokumen legal. Ini awal yang baik bagi Viktor-Josef untuk memenuhi janji kampanyenya. ***