Video Viral! Ibu Ini Mengaduh Babinya Digigit Anjing di Polres Manggarai, Polisi yang Melayaninya Malah Dikecam Netizen

oleh
590 views

KUPANG.ONLINE –   Pemilik akun Facebook Onald Egend memuat sebuah video dengan caption “Satu kata untuk video ini…! Anjing digigit Babi untuk makan malam dilaporkan ke polisi. Video ini yang diunggah di Facebook ini menggugah rasa penasaran penulis. Apa gerangan isinya?

Memang sulit untuk mengidentifikasi orang yang pertama menggunggah video ini. Dari akun Onald Egend, video ini telah di­-tag ke sebelah temannya. Saat diakses penulis, Selasa (02/10/2018) pukul 19.30 Wita.

Video ini diambil di kantor polisi. Mendengar dialog dalam video ini,dipastikan video ini dibuat di Manggarai. Seorang ibu mengaduh kepada polisi karena babi peliharaanya digigit seekor anjing. Gigitan anjing menyebabkan telinga babi terluka.

Ibu ini dengan serius melaporkan kasusnya, namun terdengar dari petugas melayaninya dijawab dengan guyon. Terkesan suara yang diduga penegak hukum mengarahkan untuk melakukan visum jam 6 malam, kemudian diralat yang lain jam 6 sore.

Video ini ditanggapi sebagai lelucon mayoritas netizen. Tak sedikit pula yang menangapi serius perilaku oknum yang merekam peristiwa itu serta respon penegak hukum yang melayani ibu itu. Salah seorang pemilik akun, Ferdy Pan  memberi komentar, “Jempol buat si Ibu kalau emang laporan si Ibu kurang tepat paling tidak dikasih solusi, bukan dibuat bingung.”

Frenly Meubel menulis, “Ibu itu serius. Kasian. Kan dia mau minta keadilan saja, kok kenapa Pak Polisi malah  bergurau laporan ibu?”

“Polisi cukup analisa maksud dari ibu ini kalau polisi cerdas, “tulis Albert Nabu.

Dunan Tamangkeng berkomentar, “Sebenarnya ini hukum moral. Tetangga korban yang bertangjung jawab atas peliharaannya yang melukai hewan ternak orang lain. Tapi polisi juga tidak berm**al, tidak mehihat itu mungkin orang miskin yang bergantung pada peliharaannya tersebut.”

Simpatik kepada ibu tersebut datang juga dari Maria Rosadalima Panggur. Di thread tersebut, ia turut memberikan komentar.

“Ya, ampun si ibu, babi mungkin sumber penghidupan. Dan warga yang baik mengadu ke polisi, bukan membuka perselisihan dengan tetangga yang sudah merugikan dia. Pak polisi bijak dunk, masa kalah dengan ibu ini. Apa susahnya kasih pengertian hukum bagi masyarakat kecil yang tidak paham?”

Dari akun yang memberikan konfirmasi bahwa ibu tersebut sering buat aneh. Hampir setiap hari ke polisi. Keluarga ibu ini pun memaklumi.

Apapun alasan atau pembelaan pemosting dan para pendukung tak dapat dibenarkan apabila wanita ini diduga memiliki gangguan kejiwaan untuk ditertawakan. Sesuatu yang lucu hanya biasa berasal dari orang yang normal dan ia menyadari untuk canda tawa. Apakah hal itu sama juga berlaku untuk orang yang diduga mengalami gangguan psiksis ini?

Toh, sebaliknya, apabila ibu ini seorang yang normal dan aduannya benar adanya, apakah kita pantas mentertawakannya?

Tak semua orang paham hukum. Bisa disebabkan oleh pengetahuan terbatas. Pengetahuan terbatas karena pendidikan yang minim. Apakah salah apabila ia mengaduh persoalannya kepada polisi? Polisi sebagai pengayom masyarakat seharusnya melayani dengan sungguh. Bukan sebaliknya, menjawabnya dengan guyonan.

Apapun kondisi ibu ini, sekiranya kita tetap waras. Tak merekam semua peristiwa dengan tujuan lelucon semata. Dalam banyak hal, kita telah merampok hak azasinya. Karena semua orang dilahirkan bukan untuk ditertawakan, apapun kondisinya.

Saat tulisan di-publish, pemilik akun telah menghapus statusnya setelah merespon beragam komentar yang bernada kritik. Sayangnya, video tersebut telah beredar luas dan tersimpan di Youtube. Semoga oknum yang merekam dan menyebarluaskannya segera menyadari dan intropeksi diri seandainya hal itu terjadi pada dirinya atau keluarganya. Apakah hal itu akan menyenangkan? ***