Siapa yang Sangka Sosok Misterius yang Menolong Wanita Ini Menjadi Presiden?

oleh
638 views
Ery Primasari Kusuma Dewi , gadis yang ditolong Presiden Joko Widodo sembilan belas tahun yang lalu (Foto: Aurelius Doo/Larantuka.com)

KUPANG.ONLINE – Siapa yang Sangka Sosok Misterius yang Menolong Wanita Ini Menjadi Presiden? – Sembilan belas tahun lalu, Ery Primasari Kusuma Dewi mengalami kecelakaan. Wanita kelahiran Surakarta, 25 Oktober 1981 ini mengalami kelumpuhan sementara. Kisah ini ditulis Aurelius Doo di Larantuka.com (14/10/2018).

Nasib naas yang menimpanya di tengah gonjang-ganjing ekonomi keluarga yang tak menentu. Biaya tak cukup untuk perawatan dan pegobatan kelumpuhannya. Kondisi kesehatannya menurun.Trauma dan depresi membebani psikisnya.

Dewi remaja pun semakin gelisah. Staminanya menyusut.  Ia nyaris putus asa dan hilang harapan. Di tengah gejolak bathin tak menentu dan raganya semakin tak berdaya, pertolongan datang. Sesuatu yang tak diduga-duga atau disangka-sangka oleh Dewi sendiri dan keluarganya.

Seseorang memberikan bantuan dan biaya perawatan dan pengobatan. Anehnya, sang penolong itu tak menunjukkan jati dirinya kepada Dewi. Lebih aneh lagi, penolong itu tak pernah melihat kondisi Dewi. Dalam bathin Dewi hanya berkata, “Ia mengirimkan bantuan dan pembiayaan dengan sebuah keyakinan bahwa amanahnya tersampaikan.”

Berkat pertolongan itu, spirit dan optimismenya bangkit. Kondisi kesehatannya berangsur-angsur pulih. Tapi ada kerinduan di sudut ruang hatinya, yakni ingin bertemu dengan sang penolong itu sekedar mengucapkan terimakasih.

Sosok yang baik hati itu menjadi figur yang misterius bagi Dewi sekian lama. Ia tak kunjung bertemu dengannya. Tapi Dewi tak pernah berhenti untuk mencari tahu. Baginya, kebaikannya telah menyelamatkan nyawanya. Ia merasa utang budi terhadap sosok misterius itu.

Hingga akhirnya sampai juga sosok misterius itu di telinga Dewi. ‘Malakat’ yang dikirim Tuhan itu adalah seorang pelayan masyarakat yang begitu dicintai masyarakat dan diusung menjadi Walikota Solo.

“Ya, tak disangka. Dia adalah Joko Widodo. Lalu kini menjadi Presiden Republik Indonesia.”

Meski tak bertemu, Dewi terus berdoa baginya agar langkah dan tujuan mulianya berguna bagi sesama.  Bila mengingat pengalaman itu, Dewi hanya tercengang, menangis, bangga, dan segala perasaaan berbaur di dalamnya. Ia tak menyangka ketulusan hati Joko Widodo.

Dari pengalaman nyata hidupnya, Dewi mengambil hikmah darinya, yakni belajar tentang ketulusan.  Karena itu dia merasa jengah dengan keadaan negeri ini bila melihat sang penolong  itu selalu dihujat dan difitnah. Bagi Dewi, Joko Widodo bukan hanya baik pada dirinya, ternyata baik dan setia pada bangsa Indonesia dan kepada seluruh rakyat Indonesia. Dia menebar kebaikan  demi keadilan sosial bagi  seluruh rakyat Indonesia. Dan, itu dilakukan Joko Widodo sejak jauh-jauh hari dari kepenatan politik dan kekuasaan hari ini.

Kini, Dewi tumbuh menjadi gadis dewasa. Ia bekerja tanpa pamrih. Membantu para gelandangan dan orang sakit yang keterbatasan ekonomi. Dia menghibur kaum-kaum terpinggirkan. Tak tanggung-tanggung ia terjun ke jalanan, berbagi hati dengan para jompo, bergembira dan bergerak bersama kaum keterbatasan fisik dan mental. Ia bekerja tanpa pamrih dengan segala keterbatasannya, Larantuka.com (14/10/2018).

Semua yang dilakukannya sebagai bentuk syukur atas mujizat yang dialaminya. Tentu sang penolong itu telah mengubah hidup dan cara pandangnya untuk menjadi pribadi yang tulus bagi sesama. ***