Sabu Raijua Juara 3 Seminar Akhir dan Ekspo Karya Kreatif Guru di Jakarta

oleh
1.803 views
Fasilitator daerah dan guru imbas asal Kabupaten Sabu Raijua pada Kegiatan Seminar Akhir dan Ekspo Karya Kreatif Guru di Jakarta (Foto: Yane Liem)

KUPANG.ONLINE – Kegiatan Seminar Akhir dan Ekspo Karya Kreatif Guru Program Pemeraatan Mutu Guru Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKLK) di Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), 2018 digelar di Jakarta, tepatnya di Hotel Millennium, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dari tanggal 25 – 28 September 2018. Kegiatan ini merupakan program  Ditjen GTK dan Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Tahun ini Provinsi Nusa Tenggara Timur diwakili oleh Kabupaten Sabu Raijua, Belu dan Sumba Barat Daya. Sebanyak 20 kabupaten/kota yang ikut dalam kompetisi ini. Kabupaten Sabu Raijua diikuti oleh 6 orang guru yang terdiri dari 3 fasilitator daerah dan 3 guru imbas dari setiap jenjang pendidikan (SD, SMP,SMA) di Kabupaten Sabu Raijua. Adapun fasilitator daerah adalah Ratna Juita Karim, S.Pd (SMPN 2 Sabu Timur), Remi Lao, S.Pd (SMPN 7 Sabu Barat), dan  Nur Ningsih Karim.SE (SMAN 1 Sabu Barat). Sedangkan guru imbas terdiri-dari Erna Yane Liem, SMG (SMAN 1 Sabu Barat), Kirenius Labu Ipi, S.Pd (SMPN 1 Sabu Timur), dan  Karel A. Djami Bangngu (SDN 1 SEBA).

Seorang fasilitator daerah, Ratna Juita Karim, S.Pd melalui whatsapp yang dikirim kepada KUPANG.ONLINE, Minggu (30/09/2018)  mengatakan kegiatan ini merupakan lanjutan kegiatan sebelumnya di Makassar pada bulan Mei lalu.  Dijelaskannya, guru imbas yang ikut dalam kegiatan ini membawa serta karya kreatif yang dibimbing fasilitator daerah masing-masing untuk dipamerkan, selain itu yel-yel dan pentas seni daerah setiap kabupaten dan seminar presentasi karya terbaik.

Karya kreatif yang ikut dipamerkan dalam kegiatan ini sebanyak 15 karya, yakni kompor surya,  permainan matemtika maju mundur, kartu domino matemtika, alat peraga peredaran darah pada manusia, air mancur tanpa listrik, pompa hidrolik, alat pengukur pertumbuhan tmbuhan, alat ukur zat cair, pembuatan bunga kering dari daun lontar, alat auksanometer sederhana, sel hewan, sel tumbuhan, erupsi gunung berapi, anatomi daun, dan peta sabu raijua. Semua alat peraga atau karya kreatif guru ini terbuat dari bahan daur ulang yang mudah dijumpai di Sabu Raijua.

Keterwakilan Sabu Raijua dalam kegiatan ini merupakan petunjuk langsung dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Sementara guru imbas yang diutus merupakan hasil seleksi supervisor daerah. Mereka yang diambil adalah guru terbaik dari  15 guru kandidat.

Ketika ditanya kendala mengikuti kegiatan ini, salah seorang guru imbas yang dihubungi melalui Whatsapp, Yane Liem, SMG, mengakui adanya kendala dengan persiapan kegiatan ini.

“Pada saat kegiatan diseminasi dan implementasi bertepatan dengan beberapa kegiatan di sekolah sehingga agak sulit untuk mengatur waktu yang pas, “balasnya kepada KUPANG.ONLINE.

Meskipun  Yane Liem, SMG mengaku mengalami kendala tak membuat mereka patah semangat. Tahun ini, kabupaten Sabu Raijua justeru mampu mengungguli dua wakil asal NTT, yakni kabupaten Belu dan Sumba Barat Daya, dengan meraih peringkat 3 tingkat nasional. Sementara juara satu diraih oleh kabupaten Sambas, disusul kabupaten Anambas pada peringkat ke-2. Dengan keberhasilannya ini, Sabu Raijua berhak mendapat piagam, piala, 1 buah laptop serta surat keterangan peran aktif dalam kegiatan tersebut.***