Rahasia Dibalik Nama Butik LeViCo Milik Ibu Yuli Soetrisno Laiskodat

oleh
1.194 views
Dari kiri-kanan : Ibu Yuli Laiskodat dan ibu Maria Jogo Nae Soi (Foto: Dok. Pribadi)

KUPANG.ONLINE – Nama butik LeViCo tak asing di dunia fashion baik level nasional maupun internasional. Butik ini memilih segmen khusus tenun ikat NTT – kebanggaan masyarakat NTT.

Pemilik butik ini adalah ibu Yuli Soetrisno Laiskodat, istri gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Nama Levico semakin memasyarakat di NTT seiring dengan pencalonan Viktor Bungtilu Laiskodat, suami dari pemilik butik, Yuli Soetrisno Laiskodat.

Tak berarti ibu Laiskodat baru memulai dan merintis dunia fashion ini. Hal itu dilakukannya jauh sebelum sang suami digadang-gadangkan menjadi calon gubernur NTT. Kecintaan dan pengakuannya akan budaya NTT mendorong dirinya untuk menekuni bidang fashion segmen tenun ikat NTT.

Ketika audiens dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT dan jajarannya, Kamis (13/09/2018), ibu Laiskodat didampingi oleh ibu Maria Jogo Nae Soi, istri wakil gubernur NTT. Kunjungan ibu Laiskodat dan ibu Nae Soi dalam kapasitas sebagai pengurus Dekranasda NTT dalam melakukan konsolidasi dan kolaborasi program dan kegiatan Dekranasda dengan Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

Pertemuaan diawali oleh presentasi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur, ibu Johanna E. Lisapaly, dilanjutkan dengan perkenalan yang disampaikan oleh ibu Maria Jogo Nae Soi, penyampaian materi oleh ibu Yuli Laiskodat, Kepala SMKN 4 Kota Kupang dan ditutup dengan diskusi.

Di awal pemaparan materi, ibu Viktor Laiskodat menegaskan ia sangat mengagumi tenun ikat NTT. Dia mengungkapkan perasaan bahagianya karena disambut pimpinan dan jajaran Dinas Pendidikan Provinsi NTT dalam balutan berbagai corak tenun ikat NTT.

“Saya senang sekali karena kalau bukan kita yang mempromosi siapa lagi, “ujarnya.

Komitmen ibu Yuli Laiskodat terhadap tenun ikat NTT diimplementasikan dalam kepemimpinannya baik di kepenguruan PKK maupun Dekranasna. Ia mewajibkan setiap peserta rapat wajib mengenankan tenun NTT.

“Karena di Dekranasda sama PKK, kami sudah sepakat kalau rapat dengan saya boleh pakai polos, polos boleh dan tenun NTT, kalau pakai batik maupun tenun yang printing, saya usir dari ruang.” Tuturnya disambut tawa hadirin yang memenuhi ruang rapat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

Di sela-sela penyampaian materi, ibu Laiskodat membuka tabir rahasia di balik nama Levico itu sendiri. Nama Levico merupakan akronim gabungan nama tiga putranya. Putra pertama bernama Leon. Putra kedua dan bungsu adalah Vito dan Franco.

Akronim itulah yang digunakan sebagai brand butik yang didirikannya. Ia mengaku bahwa pengadian suaminya untuk NTT luar biasa. Karena itu ia berharap pengabdian itu tak hanya habis di orang tua saja karena mereka memiliki darah NTT. Pengabdian orang tua kepada NTT harus diturunkan atau diwariskan kepada anak-anak. Sehingga mereka memiliki utang dan kewajiban terhadap NTT yang mana mereka terus abadikan setelah orang tuanya tiada.

“Makanya filosofi dibalik Levico itu adalah memberi mereka amanat dan utang supaya lu datang urus setelah bapak-mama tidak ada.”Ujarnya disambut aplaus peserta yang hadir.

Kunjungan ibu Yuli Laiskodat dan ibu Maria Jogo Nae Soi ke Dinas Pendidikan Provinsi NTT merupakan kunjungan keempat ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Provinsi NTT. ***