Presiden Joko Widodo : Para Atlet  Asian Para Games 2018 Angkat Harkat dan Martabat Negara Kita ke Kancah Asia

oleh
275 views
Presiden Jokowi menyerahkan bonus kepada para atlet Asian Para Games di Istana Negara Bogor (Foto: Page Presiden Joko Widodo)

KUPANG.ONLINE – Kehormatan besar bagi bangsa Indonesia tahun ini. Dua peristiwa olahraga besar digelar di sini. Asian Games dan Asian Para Games. Asian Games telah usai. Decak kagum mewarnai hari-hari Asian Games digelar. Sejak pembukaan hingga penutupan bahkan hingga kini.

Peserta Asian Games pulang kampung, peserta Asian Para Games  tiba di Indonesia.  Asian Para Games 2018 digelar di Jakarta mulai 6-13 Oktober  2018. Event olahraga Asia ini diikuti 43 negara Asia di 18 cabang olahraga dengan 512 nomor pertandingan.

Mereka hadir dengan segala ‘keterbatasan’ kemampuan dan fisik – bukan ‘kecacatan’. Karena manusia bukan produk Tuhan yang gagal.

Kedatangan mereka memang moment yang kurang tepat. Ketika suasana Indonesia sedang berduka. Dimana saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa Lombok, Palu, Donggala dan Sigi.

Peristiwa alam yang tak terduga ini menyebabkan perhatian pemerintah terbagi. Tapi itu tak membuat event ini terbelangkai. Bila kita menyaksikan pembukaannya, Asian Para Games tak kalah menariknya dengan Asian Games. Jokowi selalu menjadi bintang ketika melepaskan panah sebagai tanda dimulainya Asian Para Games 2018 di rumahnya sendiri.

Duka yang belum usai, tsunami politik menggoncang Indonesia. Pemberitaan yang menghebohkan, tereksposenya Ratna Sarumpaet yang teraniaya kemudian dibantah polisi. Pengakuan Sarumpaet adalah hoaks alias berita palsu. Tapi banyak orang yang termakan hoaks Sarumpaet. Sampai bikin jumpa pers segala yang  rezim yang sedang berkuasa.

Selama ini dikira, jumpa pers itu hanya pejabat negara. Maksud kepala negara. Ternyata jumpa pers alias “press conference” bisa dilakukan oleh siapa saja. Oleh si mantan yang merasa diri seolah-olah sedang berkuasa. Begitupula dengan si calon yang seolah-olah sedang berkuasa.

Gejolak Sarumpaet mencapai klimaks terungkapnya kebohongannya. Press conference dengan topik atau isu yang berbeda pun datang. Bukan tentang PKI, bukan tentang Sarumpaet. Kali ini tentang kondisi ekonomi saat ini.

Bayangkah saja negeri ini, apa-apa press conference. Apa-apa press conference. Kapan kerjanya? Sementara kubu sebelah, si kurus sibuk bekerja. Melawat korban bencana. Menyuntik spirit bagi mereka yang selamat di Sulawesi.

Jika benar adanya Indonesia sedang bermasalah dengan ekonominya, lantas kita hanya bisa mengeluh saja? Bikin press conference dengan masalahnya selesai? Apakah dengan menyalahkan pemerintah masalah ekonomi terpecahkan? Apakah langkah konkritnya?

Lalu, bagaimana hikmah Asian Para Games ini? Bisa jadi Para Games menjadi kritik dan otokritik terhadap perilaku para pemimin dan tokoh dalam negeri ini? Mungkin bahasa ini terlalu halus dan formil. Saya bisa bilang event ini telah menampar para pemimpin di negeri ini. Para pemimpin yang sering mengeluh. Saking sering mengeluhnya akhirnya tak sempat berusaha.

Atlet Asian Para Games telah menunjukkan jati dirinya sebagai pribadi yang percaya diri. Pribadi yang memiliki optisme tinggi. Pribadi yang memiliki daya juang tinggi dan menciptakan prestasi. Di sini, mereka hendak berpesan kepada pemimpin dan bangsa ini. Jadilah bangsa yang optimis, bukan sebaliknya menjadi bangsa yang pesimis  apalagi mencari-cari kesalahan pihak lain.

Asian Para Games adalah ajang pembuktian diri. Mereka berhasil mengharumkan nama bangsa. Mereka mampu meraih 37 emas, 47 perak, dan 51 perunggu.

Presiden Joko Widodo pada akun Facebook­-nya (Jumat, 13/10/2018) menulis, “Itu perolehan medali kontingen Indonesia di Asian Para Games 2018 sampai Sabtu sore tadi. Ini memang meleset dari target, tapi melesetnya ke atas hehe… “

Perolehan medali atlet Asian Para Games melampui perolehan medali atlet Asian Games 2018 lalu.

Jokowi menyampaikan rasa bangganya atas capaian putra-putri Indonesia yang memiliki kebutuhan khusus ini. Atas prestasi mereka, pemerintah langsung menyerahkan  bonus raihan medali itu kepada mereka  di Istana Kepresidenan Bogor jelang acara penutupan.

Bonus yang diterima sama besar dengan bonus yang diterima atlet Asian Games;  Rp1,5 miliar untuk peraih medali emas, Rp1 miliar untuk peraih perak, dan Rp750 juta untuk peraih perunggu. Sedangkan bagi atlet yang belum mendapatkan medali tetap diberikan  bonus apresiasi sebesar Rp20 juta.

“Mereka, para atlet yang berjuang di Asian Para Games 2018 telah mengangkat harkat dan martabat negara kita ke kancah Asia, “

tulis Jokowi di halaman Facebook­-nya. ***