Pimpin Apel, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat: Bersih itu Peradaban

oleh
956 views
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (Foto: Dok. Humas Setda Provinsi NTT)

KUPANG.ONLINE – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat kembali meingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk saling berkoordinasi dalam segala urusan baik urusan yang ringan hingga urusan yang berat. Hal ini disampaikan Laiskodat saat memimpin apel di halaman Gedung Sasando, Senin (08/10/2018).

Ia menyampaikan mimpi pemerintahan Nusa Tenggara Timur untuk bangkit menuju sejerah membutuhkan energi dan konsisten serta  komitmen besar.

Karena itu Laiskodat menyinggung soal sampah-sampah yang berserakan di lingkungan SKPD Provinsi NTT. Ia sendiri telah membuktikan diri sebagai insan yang peduli lingkungan.

“Gubernurnya dimana-mana pilih sampah tapi seluruh instansi kalau kita datang kita temukan sampahnya banyak luar biasa.”

Menurut Laiskodat kondisi ini menggambarkan sikap dan perilaku yang tak beradab (uncivilized). Apa yang dilakukannya (memunggut sampah, red) memberikan pesan bahwa dimana dan apapun instansi di Pemerintah Provinsi NTT ini harus bersih. Karena bersih itu peradaban.

Laiskodat mengingatkan program utama Pemerintah Provinsi NTT adalah pariwisata. Menjadi prime mover atau kekuatan penggerak utama ekonomi, maka pariwisata itu identik dengan kebersihan, kerapihan, keindahan, ketertiban dan kedisiplinan.

“Saya ingin dalam situasi dan semangat kerja kita yang baru, saya ingin menggugat dan membawa kita untuk sadar bahwa tanggunjgawab kita adalah sebuah kehormatan. Tanggungjawab dalam karya-karya kita harus membawa kebanggaan. Kerja pemerintahan ini kedepan harus mempunyai buah dan hasil kebanggaan. Bukan kerja asal-asalan, “

imbau Laiskodat.

Kedisiplinan dan ketertiban merupakan nilai-nilai peradaban yang melekat pada diri manusia. Jika manusia tidak tertib dan disiplin sama artinya merendahkan martabat manusia itu sendiri. Rajin ke tempat ibadah sia-sia jika cara kerjanya uncivilized (tak beradab).

“Saya hadir di provinsi ini niatnya cuma satu, membuat kebanggaan provinsi ini karena itu pembantu dan seluruh tim kerja   menjadi tim kerja yang mempunyai etos kerja yang luar biasa.”

Karena itu ia mengingatkan tugas dan tanggungjawab Gubernur adalah pekerjaan yang strategis. Gubernur berpikir yang besar, yang strategis, yang membuat gagasan hebat. Karena itu ia meminta ASN untuk meringankan bebannya dengan semangat dan kesadaran tinggi serta memiliki militansi kerja yang tinggi.

“Tak ada prajurit di dunia ini memenangkan pertempuran tanpa sikap militan.” Tegasnya.

Berbicara tentang sampah bukan baru pertama, hal ini pernah diucapkannya beberapa jam setelah pelantikannya sebagai Gubernur NTT, Kamis (05/09/2018) yang lalu. Saat itu ia tegas mengatakan akan memberikan denda kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan. *** (Red/AR)