Pemprov NTT Bantu Dana untuk Seminari Mataloko

oleh
297 views
Wakil Gubernur NTT Joseph Nae Soi menyerahkan bantuan dana kepada Preses Seminari Mataloko, Romo Gabriel Idrus, Pr dalam HUT 90 tahun Seminari Mataloko, Ngada

[KUPANG.ONLINE] – Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Josef A. Nae Soi atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menyerahkan dana bantuan hibah senilai Rp 500 juta kepada Seminari Santu Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko Kabupaten Ngada.

“Ini bantuan hibah dari Pemprov NTT,” kata Wagub Nae Soi saat menyerahkan bantuan hibah yang diterima langsung Preses Seminari Romo Gabriel Idrus di sela-sela perayaan misa syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke 90 di kompleks seminari, Minggu 15 September 2019.

Informasi ini dikirimkan Valeri Guru Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Prov NTT kepada Media suluhdesa.com melalui pesan Whatsapp pada Minggu (15/9/19) pukul 16.00 wita dan dilansir oleh Media KUPANG.ONLINE.

Selain bantuan hibah untuk seminari, Wagub juga memberi bantuan kepada tiga sekolah baik yang ada di Seminari Mataloko maupun yang ada di dekat seminari.

“Bantuan ini sebagai wujud nyata perhatian dan kepedulian Pemprov NTT terhadap lembaga pendidikan yang mengemban misi mencerdaskan anak bangsa yang ada di Provinsi NTT,” kata Wagub yang juga merupakan keluarga besar alumni Seminari Mataloko.

Di tempat terpisah, Preses Seminari, Romo Gabriel Idrus, Pr menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak pemerintah dan semua pihak yang dengan caranya masing-masing peduli dan mengambil bagian dalam menyukseskan acara HUT ke 90 sekaligus panitia kerja yang dipimpin Bupati Ngada, Paulus Soliwoa menuju satu abad Seminari Mataloko di tahun 2029 yang akan datang.

Sementara itu, Vikjen Keuskupan Agung Ende, Romo Cyrilus Lena, Pr dalam kotbah misa syukur mengatakan, dirinya merasa sangat kecil jika berhadapan dengan almamater yang merayakan 90 tahun.

“Ada yang hanya satu hari berada di seminari ini tapi bangganya lebih dari yang tujuh tahun,” ucap Romo Cyrilus.

“Itulah keilahian seminari yang tak dapat diukur dengan ratio dan ilmu pengetahuan. Hati Allah Bapa dalam kisah Injil perumpamaan anak yang hilang mengajarkan kepada kita betapa cinta kasih Allah bagaikan  samudera raya tak bertepi. Seminari ini senantiasa merangkul semua anak; baik yang hilang di luar rumah maupun yang hilang di dalam rumah,” tegas Romo Cyrilus dan menambahkan,”Kita semua merupakan anak kandung dari seminari ini baik yang dibaptis maupun yang tertahbis.” (fil/fil)