Mimpi Besar Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Membangun Infrastruktur Dengan Konsep Baru

oleh
901 views

[KUPANG.ONLINE]  Masalah infrastruktur adalah masalah klasik di Provinsi  Nusa Tenggara Timur. Topografi alam yang mayoritas pegunungan menjadi tantangan dalam perencanaan pembangunan infrastruktur itu sendiri.

Luas laut lebih besar daripada luas daratan merupakan tantangan lain. Menjadi pertimbangan pemerintah menentukan moda transportasi serta jalur transportasi yang tepat.

Dari periode kepemimpinan yang satu ke periode yang berikut, masalah infrastruktur menjadi pekerjaan rumah yang belum terpecahkan secara tuntas. Selain karena medan atau topografi alam NTT, persoalan finansial (anggaran) merupakan faktor lain yang menyebabkan lambatnya pembangunan infrastruktur.

Memperhatikan kondisi alam tersebut, tentu saja Pemerintah Provinsi NTT tak hanya mengandalkan APBD  yang terbilang minim. Begitupula suntikan dana dari pemerintah pusat melalui APBN tak mampu memenuhi keseluruhan kebutuhan pembangunan infrastruktur seperti jalan raya.

Untuk menjawab tantangan di atas, diperlukan terobosan besar baik strategi pembangunan  maupun pencarian sumber dana pembiayaan. Dan, itulah yang sedang diupayakan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef A. Nae Soi.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, pada kegiatan Sarasehan Hari Bakti Pekerjaan Umum ke-73.  menegaskan, persoalan infrastruktur NTT harus ditangani dengan pola kerja baru (out of box). Untuk menangani pembangunan infrastruktur diperlukan lompatan  luar biasa (quantum leap). Pola ini paling tepat untuk mengejar ketertinggalan NTT dalam aspek aksesibilitas.

“Dari 2.650 kilometer ruas jalan provinsi,sebagian besar saya istilahkan mati sebelah. Ada kurang lebih 1.650 kilometer jalan provinsi dengan kondisi sangat memprihatinkan,” jelas Josef Nae Soi.

Gagasan membangun infrastruktur dengan pola quantum leap dicibir banyak orang. Mereka menganggap dirinya dan Gubernur Viktor berilusi saat mengemukakan  tekad untuk menyelesaikan masalah jalan Provinsi dalam kurun waktu tiga tahun. Tentu saja pertanyaan bermunculan, bagaimana mungkin hal itu bisa diwujudkan? Dananya dari mana?

“Selama ini, kita sudah biasa mengandalkan dana dari APBN dan APBD untuk kerjakan jalan. Yang belum ada dan belum kita lakukan secara maksimal adalah dengan (cara) Pembiyaan Proyek Investasi (baca:Infrastruktur) Non Anggaran Pemerintah (PINA, red),” jelas Wagub Nae Soi.

Untuk itu Wagub Josef Nae Soi menegaskan pembangunan infratruktur yang merupakan misi ketiga dari lima misi Viktori-Josef harus dilaksanakan secara serius. Menurutnya, jalan, jembatan, pelabuhan udara dan laut merupakan unsur aksesibilitas utama dalam mendukung pariwisata sebagai penggerak utama (prime mover) dalam kebangkitan NTT Menuju Sejahtera. Tak ada jalan lain, kecuali pikiran yang luar biasa (out of box) untuk membereskan persoalan konektivitas ini.

“Cara lain untuk membangun konektivitas infrastruktur jalan ini adalah Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Kita minta badan usaha kerja dulu, baru kemudian cicil. Bisa dengan cicil dari APBD kita dalam jangka waktu tertentu. Atau pilihan lainnya  dengan menjaminkan jalan pada perusahaan dengan cicilannya berasal dari perhitungan penyusustan jalan dan bukan dari APBD. Tentu saja perusahaan yang diajak adalah yang bonafit dan yang mau membantu. Untuk ini dibutuhkan kemampuan lobi yang tinggi dan strategi yang cermat. Dan kami sedang memikirkan peluang ini, “jelas Wagub Nae Soi.

Memang sudah menjadi tekad dirinya bersama Gubernur Viktor untuk mewujudkan mimpi besar, yakni  penuntasan mssalah JaLA (Jalan, Listrik dan Air) yang  merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa lagi ditunda.

“Daerah Amfoang dari dulu tidak pernah merasakan kemerdekaan karena jalannya sangat memprihatinkan. Tahun depan sudah dialokasikan Rp.250 miliar untuk selesaikan jalan ke sana. Apalagi di sana akan dibangun Observatorium LAPAN yang sangat potensial. Begitupun jalan ke Elar, Manggarai Timur akan dibangun sekitar 14 kilometer tahun depan. Tidak ada lagi bangun jalan dengan sistem cicil, satu atau dua kilometer tiap tahunnya. Pembangunan jalan sepanjang ini tentu butuh sumberdaya manusia yang banyak. Kita membuka diri terhadap semua orang yang berkemaun baik termasuk yang berasal  dari luar NTT,” pungkas Wakil Gubernur.

Sementara narasumber lain, Bupati Belu,  Wilibrodus Lay mendukung penuh semua program pemerintah Provinsi. Karenanya pihaknya siap untuk mensinkronkan program-prgram pemerintah kabupaten Belu dengan RPJMD Provinsi.

“Di Belu, dalam pembangunan jalan, saya juga mengabaikan aspek pemerataan yakni bangun jalan satu kilometer di desa ini,  dua  kilometer di di sana,  satu kilometer di desa itu. Yang penting masyarakat nikmati pembangunan. Pendekatan seperti ini tidak selesaikan masalah. Yang saya lakukan adalah fokus pada poros-poros ekonomi. Ada yang saya bangun sampai 17 kilometer. Saya berharap bapak gubernur dan wakil gubernur juga dapat melobi  ke pusat untuk tambah dana APBD (kabupaten/kota) kita, ” kata Wili Lay.

Salah satu panelis, Dion D. B Putra, dari Pos Kupang,  mengapresiasi kepemimpinan Viktor-Josef yang  memberikan warna baru. Hal ini meningkatkan ekspetasi dari masyarakat yang luar biasa tapi Dion mengharapkan pemerintah memberikan penjelasan lebih lanjut.

“Tentu butuh pejelasan lanjut tentang strategi pemerintah dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur ini.  Perencanaan dan agenda aksi harus diuraikan secara konkret supaya masyarakat semakin paham, “ungkap Dion pada kesempatan tersebut.

Narasumber lain, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi
(LPJK) NTT, Kepala BPJS Ketenakerjaan NTT, Kepala Bappeda NTT dan Direktur Jamkrida NTT. Enam panelis yang dihadirkan dalam sarasehan ini yakni Pit Djami Rebo, Dion D. B. Putra,  Hendrik Rani,  Don Gaspar Dacosta, Fien Agoha, Andi Hidayat Rizal.

Sarasehan yang berlangsung di Ballroom Grand Mutiara Kupang, Kamis (29/11/2018), dalam rangka memeriahkan Hari Bakti Pekerjaan Umum ke-73 dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) ke-41 Tingkat Provinsi NTT. Tema yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah 00Infrastruktur Dalam Nusa Tenggara Timur Bangkit Menuju Sejahtera. ***

Apabila Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan share dengan menekan tombol sosial media di akhir tulisan ini. Tidak diperkenankan untuk menyebarkan luaskan tulisan ini tanpa menyertakan link sumbernya. Artikel ini ditulis/disadur oleh Avent Reme ]