Menyoroti Passing Grade Test CPNS, Begini Tanggapan Pengacara Tobby Ndiwa

oleh
868 views
Tobbyas Ndiwa (Foto: Dok. Tobby's)

[KUPANG.ONLINE] – Beberapa hari terakhir ini, publik Indonesia pada umumnya, lebih khususnya peserta test CPNS mengeluhkan begitu sulitnya menghadapi test CPNS 2018. Hal ini dikarenakan online test system ini menerapkan passing grade standard (standar kelulusan) secara nasional.

Pemerintah Kabupaten Malaka turut berbicara terkait dengan passing grade. Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, seperti dilansir Pos-Kupang.Com, Selasa, (06/11/2018), menyurati pemerintah pusat melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) terkait hasil ujian CPNS di Malaka lebih banyak yang tidak lulus daripada yang lulus.

Dua hal yang disoroti Bria Seran dalam surat tersebut, yang pertama, standar kelulusan (passing grade) yang ditentukan tidak tepat. Kedua, soal-soal ujian yang diberikan tidak memperhatikan realitas pendidikan di Indonesia.

Menurutnya, semestinya, indikator yang diberikan tidak bisa disamakan antara daerah yang satu dengan daerah yang lain karena input pendidikan dan proses pendidikan di daerah-daerah di Indonesia berbeda-beda.

Terkait dengan penetapan passing grade pada test CPNS 2018, pengacara muda Tobbyas Ndiwa tak senada dengan Bupati Malaka. Menurutnya, ini merupakan sebuah bentuk edukasi dan terobosan yang positif dan progressif dari pemerintah.

“Suka atau tidak suka, bagi saya ini bagus kedepan agar setiap anak bangsa yang lahir dan berorientasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) nanti, tentu harus benar-benar siap sebagai calon pelayan publik yang handal, baik secara disiplin ilmu maupun integritas yang baik sejak dini.”

Ia mengatakan pemberlakuan passing grade untuk memotong mata rantai sistem rekruitmen yang berpola KKN. Selama ini perektrutan ASN tidak mempertimbangkan aspek bobot SDM yang direkrut. Dengan menerapkan rekrutmen electronic system (e- system) dalam satu standard, rekrutmen menjadi lebih fair dan tentu saja lebih mengedepankan mutu karena semua peserta merebut peluang secara kompetitif.

“Dampak  dari passing grade, kedepannya negara tidak lagi membuang anggaran yang sia-sia. Karena Sumber Daya Manusia ASN, akan mempengaruhi cepat atau lambat pembangunan di suatu daerah dimana ia ditempatkan dan dipercayakan Negara,” pungkas Ndiwa.