Menghadiri Acara Wisuda Undana, Gubernur NTT Ajak Generasi Muda NTT Militan

oleh
1.431 views
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat menyampaikan sambutan pada acara Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Doktor, Magister, Profesi dan Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) Periode Pertama Tahun 2019 di Aula Undana, Kamis (28/2)

KUPANG.ONLINE  – Pepatah “dunia tak selebar daun kelor” telah dibantahkan oleh sebuah kenyataan saat ini. Dunia tak lagi dibayangkan sesuatu yang luas dan sulit dijangkau. Kenyataan, dunia dapat ditempuh dalam hitungan menit, jam dan hari. Bayangkan, hari ini seseorang makan pagi di Kupang, makan siang di Jakarta, dan kemudian bermalam di Malaysia.

Kenyataan itu didorong oleh kemajuan teknologi. Salah satu teknologi yang berdampak besar bagi kehidupan manusia adalah teknologi internet. Internetlah yang mewujudnyatakan dunia baru, dunia digital. Dunia yang mulanya luas secara fisik dapat direngkuh dalam genggaman tangan secara digital dengan bantuan internet. Misalnya, kita dapat melihat peta atau lokasi sebuah tempat tanpa kita harus berada di sana tapi hanya dengan membuka google map.

Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi merupakan realitas yang tak terhindarkan. Kita harus terlibat di dalamnya dan memanfaatkan untuk berbagai tujuan bijak. Berkenaan dengan ketersediaan teknologi komunikasi dan informasi yang terus berkembang, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengajak generasi muda untuk memanfaatkan teknologi  komunikasi dan informasi secara cerdas, salah satunya memperkenalkan jati diri dan budaya NTT. Hal ini disampaikannya pada pada acara Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Doktor, Magister, Profesi dan Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) Periode Pertama Tahun 2019 di Aula Undana, hari ini Kamis (28/02/2019).

“Seluruh wisudawan/ti  akan hadapi dunia konkret. Suka atau tidak suka, perubahan akan datang kepada kita melalui teknologi informasi. Kita harus menggunakannya untuk membangun semua potensi yang kita miliki. Manfaatkan perkembangan teknologi sebagai wadah untuk perkenalkan jati diri dan budaya NTT,” ucap Gubernur Laiskodat

Viktor berpesan kepada generasi muda NTT untuk tidak meninggalkan nilai-nilai budaya meskipun teknologi komunikasi dan informasi tersebut terus berkembang pesat. Menurut Ketua Dewan Penyantun Undana tersebut, nilai-nilai budaya memiliki kekuatan yang luar biasa. Kreasi dan produk budaya merupakan bukti peradaban  bahwa leluhur kita memiliki kecerdasan intelektual yang luar biasa.

“Contoh sederhana adalah sarung tenun motif yang saya dan kita pakai hari ini. Ini adalah hasil karya imajinasi nenek moyang yang luar biasa. Mereka bukan sarjana, juga tidak banyak membaca buku. Tetapi, mereka membuat karya yang kita pakai dengan sangat bangga. Teknologi informasi membantu kita untuk perkenalkan kepada dunia. Kita posting baju atau jaket dari tenun ikat ini sehingga dunia dapat  menonton dan melihat warisan hebat nenek moyang kita,” ajak Wagub NTT.

Lebih lanjut, Viktor menyampaikan bahwa teknologi selalu menampakkan dua sisi. Sisi positif, kita manfaatkan teknologi untuk percepatan pembangunan dan kesejahteraan, namun kita juga harus mengantisipasi dampak negatifnya. Teknologi tidak boleh merusakan nilai-nilai luhur dan identitas yang telah kita bangun dari kekayaan budaya kita.

“Pengetahuan harus dibangun atas rasa tanggung jawab. Tidak cukup aspek kognitif tapi juga afektif dan keberanian mengambil resiko. Sehebat apapun orang  membangun pengetahuan, kalau tidak punya kepedulian terhadap sesama, lingkungan serta pencipta dan tidak berani ambil resiko, maka akan menimbulkan kehancuran yang hebat. Ketiga hal ini merupakan penyanggah pertumbuhan teknologi,” jelasnya seperti yang dilansir dari Siaran Pers Biro Humas Setda NTT (Kamis, 28/2/2019).

Menurutnya, kemiskinan NTT terutama disebabkan oleh ketidakmampuan sumberdaya manusia kita untuk mengelola sumberdaya alam secara maksimal. Manusia NTT tidak hanya punya masalah pada kecerdasan kognisi, tapi terutama karena kurangnya semangat juang. Oleh karena itu, Gubernur NTT menantang  para wisudawan/ti untuk terlibat aktif dalam sejarah kebangkitan NTT dari kubangan kemiskinan dan membawa NTT menuju sejahtera.

“Artinya tidak cukup mengisi kepala dengan pengetahuan agar bisa diwisuda. Berulang kali saya katakan, orang hebat itu tidak cukup hanya punya kecerdasan tapi juga punya militansi yang luar biasa. Banyak sekali intelektual hebat di NTT, tapi tidak militan. Dengan panas saja takut. Kalau ambil jurusan peternakan, pertanian atau perikanan, jangan takut untuk menjadi hitam. Harus berani susah,” pungkas Viktor Laiskodat.

Apabila Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan share dengan menekan tombol social media di akhir tulisan ini. Tidak diperkenankan untuk menyebarluaskan tulisan ini tanpa menyertakan link sumbernya. Artikel ini ditulis/disadur oleh Avent Reme]