Mengedukasi Masyarakat Merebut Perhatian Calon Nasabah

oleh
425 views
Iss Irenius (Foto: Dok. Ist)

[KUPANG.ONLINE] – Lahirnya sebuah pepatah, pemeo atau ungkapan pasti ada dasarnya. Orang tidak sekedar mekonstruksi deretan kata menjadi kalimat tanpa makna. Makna setiap adagium bisa saja bermacam-macam. Bergantung pada setiap orang yang mengintepretasinya.

Sebuah pepatah kuno “Belajarlah sampai ke negeri Cina”. Meskipun terbilang kuno, tapi nilai rasa dan makna relevan hingga sekarang. Untuk menggapai sesuatu, baik itu pengetahuan maupun pengalaman tak cukup kita berdiam diri di negeri sendiri. Harus ada lompatan keluar. Kemana saja. Sejauh kaki melangkah sekuat hasrat untuk merengkuh cita-cita yang diidam-idamkan.

Secara kebetulan atau tidak, perjalanan Iss Irenius tak jauh dari balik makna pameo di atas. Gadis Nagekeo ini meninggalkan kampung halamannya menuju negeri jauh di seberang. Menapaki kariernya di Hongkong dan Mandirin, Iss menimba banyak pengalaman dan pelajaran dari sana. Tak hanya dari lingkungan tempat ia bekerja, juga lingkungan sosial masyarakat dimana ia berinteraksi.

Pergulatan hidupnya di negeri asing dan terutama tempat kerja, membentuk pribadi Iss menjadi seorang wanita yang berkarakter yang kemudian menjadi modalnya untuk kembali ke tanah air.

“Saya bangga dengan tempat kerja saya (Bank Mandiri, red) di Hongkong. Saya dididik. Karakter saya dibentuk menjadi seorang pribadi yang bekerja keras, jujur dan berintegritas, “ kenang Iss.

Dari Hongkong, Iss pulang ke tanah air. Ia beristirahat di kampung halaman. Tak lama berselang, Iss menerima tawaran sebagai Manager salah satu resort paling mewah milik orang Darwin di Pulau Rote. Ia sempat bekerja selama dua pekan, Iss mendapat tawaran dari Mandiri Kupang atas rekomendasi dari Mandiri Hongkong. Ia bergabung di Mandiri Urip Sumoharjo sebagai Customer Service Mandiri Internet Banking Businness Class.

Satu tahun sebagai Customer Service, Iss mengajukan pengunduran diri (resign). Meskipun usia kerjanya di Mandiri terbilang singkat, rentang waktu itu memberikan banyak pengalaman berharga. Hal yang membanggakannya ia bisa berkenalan dengan para pelaku bisnis yang merupakan mitra Mandiri.

Iss tak menyesal dengan keputusannya untuk meninggalkan Mandiri meskipun hati kecilnya pedih karena ia harus berpisah dengan rekan-rekannya yang telah dianggapknya sebagai sahabat dan keluarga.

“Saya dekat sekali dengan mereka,”kenang Iss.

Bukan saja soal hubungannya dengan rekan kerja yang harmonis, selama setahun Iss menimba banyak pengalaman sebagai seorang Customer Service. Dari sana ia mengenal produk e-banking, bagaimana memasarkan e-banking dan semua aktivitas yang berhuhungan dengan e-bangking khususnya e-banking bisnis.

Selain itu, ia berkesempatan untuk memberikan prospek dan melakukan kunjungan ke para nasabah. Pengalaman ini sangat berarti baginya dalam hal membangun komunikasi dan jejaringan dengan orang lain. Umumnya, nasabah-nasabah yang dikunjung adalah para pengguna ebanking yang mana menjadi skala prioritas utama dalam pelayanan.

Pengalaman itu menjadi modalnya kemudian. Ternyata, Iss telah mempersiapkan dirinya untuk menekuni dunia asuransi. Keputusan tersebut sudah final meskipun ia harus melewati gelombangan tantangan yang tidak mudah. Dan, Iss memilih jalan ini setelah membaca peluang dan prospek asuransi kedepan.

“Hidup di dunia memang penuh dengan resiko. Mulai dari resiko sakit, kecelakaan, kerugian bahkan sampai kematian. Resiko seperti kematian memang tidak bisa dihindari. Namun, jika kita bisa meminimalisasi suatu resiko, kenapa tidak?,” tuturnya saat diwawancarai KUPANG.ONLINE baru-baru ini.

Menurut wanita bernama lengkap Hildegardis Dhengi ini memiliki tips untuk meminimalisasi resiko-resiko yang disebutkannya di atas.

“Salah satunya adalah dengan mengikutsertakan diri dalam program asuransi. Saya berlatar belakang ekonomi sehingga sudah tidak asing dengan istilah asuransi.”

“Asuransi itu sangat penting dalam kehidupan. Banyak sekali manfaat yang diberikan asuransi, “ tambah wanita kelahiran 1985 ini.

“Industri asuransi semakin berperan dalam mensejahterakan perekonomian Indonesia. Asuransi itu banyak memberikan manfaat baik secara individu, masyarakat dan perekonomian Negara,” jelasnya.

Iss mengaku awal menekuni profesi sebagai agen asuransi menemukan banyak kendala. Kendala itu bukan berasal dari dalam dirinya melainkan penerimaan masyarakat terhadap asuransi.

“Biasanya, mereka langsung berprasangka buruk. Ini asuransi penipuan. Ada juga yang mengira ini bisnis MLM (Multi Level Marketing, red). Ada juga yang mengira asuransi koperasi bodong. Dan, bahkan saya sering dimarah- marahin, “ kisahnya.

Iss menambahkan, “Mereka tidak benar-benar mengerti tentang kinerja asuransi. Ada yang bilang “Saya menabung 5 tahun, kok uang saya hilang?” Sebenarnya asuransi itu bukan penipuan. Semua asuransi itu unit link, yang berarti nilai investasi itu tidak pasti.”

Menurutnya, asuransi itu ujung-ujungnya cuman ada 5 manfaat, yaitu sakit kritis, cacat tetap, kecelakaan, tua, dan meninggal.

“Banyak yang mengira asuransi itu investasi yang bisa menghasilkan uang banyak. Padahal asuransi itu perlindungan untuk resiko hidup. Seperti lima hal yang saya sebutkan tadi, “urai Iss.

Lebih lanjut Iss menandaskan lima resiko di atas dapat terjadi kapan saja. Siapapun tak tahu dengan resiko-resiko tersebut akan terjadi pada dirinya. Siapapun tak menginginkan resiko itu terjadi padanya. Ya, yang mungkin kita lakukan adalah mengantisipasinya seandainya resiko terjadi pada kita.

“Dari lima resiko diatas, kakak bisa tahu kapan terjadi? Atau, kakak bisa minta kalau boleh sakit saya sakitnya jangan yang berat-berat, biar cukup sakit gigi saja?” Tanyanya kepada KUPANG.ONLINE.

“Kalau terjadi resiko di atas akan butuh biaya besar ataupun kecil. Nah, kalau butuh biaya besar? Adakah tidak orang atau perusahaan lain selain ASURANSI yang bisa kasih uang dalam jumlah yang banyak?” tutur Iss dengan nada retorik.

Iss tak menampik adanya anggapan negatif masyarakat. Ia kadang bertanya dalam hati kecil. Apa yang salah dengan asuransi? Seiring berjalan dengan waktu, ia semakin tertantang untuk menjelaskan sesuatu (asuransi, red) dengan benar. Dari situ ia menemukan jawaban dibalik pandangan negatif masyarakat terhadap asuransi.

“Salah di agen yang menjelaskan sehingga masyarakat mudah tergiur, tapi ujung-ujung nasabah kecewa,”tambahnya.

“Sekarang semakin banyak masyarakat yang mengerti jadi tidak ada kendala lagi. Mereka sudah paham dan menerima bahkan sadar tentang betapa penting asuransi.”

Iss memiliki tips untuk memperkenalkan asuransi kepada masyarakat. Ia tak mau mengecewakan para nasabah dengan janji-janji surga yang pada akhirnya nasabah harus menelan kekecewaan. Hal yang paling penting adalah MENGEDUKASI calon nasabah tentang asuransi daripada memaksa mereka masuk sebagai nasabah hanya untuk memenuhi target agen.

Iss mengaku asuransi telah menjadi pilihan hidupnya. Ia bebas mengatur waktu dan finansial. Sekalipun suatu waktu ada tawaran pekerjaan yang lain, asuransi yang ditekuninya sekarang tetap dijalankannya karena asuransi memberikannya kebebasan waktu.

Iss telah bergabung dengan Asuransi Nomor Satu sejak dua tahun lalu. Baginya asuransi yang mendapatkan predikat sebagai perusahaan asuransi dengan Merek Global Terbaik ini sebagai bagian dari hidupnya. Semakin membanggakannya dan membuat dirinya percaya karena asuransi ini selalu menjadi top three perusahaan jasa keuangan di dunia.

Apakah Anda berminat dengan investasi masa depan? Silahkan menghubungi Iss pada line telepon/whatsapp  081 238 190 187  untuk menanyakan informasi atau mau bergabung sebagai bagian perusahaan asuransi terbaik di dunia ini. ***