Mengajak Masyarakat Bersinergi Membangun NTT yang Cerdas, Rukun dan Sejahtera, Siapakah Sosok Drs. Djata Dominikus, M.Si?

oleh
531 views
Drs. Djata Dominikus, M.Si - Calon Anggota DPD RI Dapil NTT No. Urut 30 (Foto: Dok. Ist)
PropellerAds

[KUPANG.ONLINE] Pengabdian tak mengenal batas usia. Ungkapan ini tepat ditujukan kepada Drs. Djata Dominikus atau yang sehari-hari disapa Domi. Domi adalah pensiunan PNS Kementerian Agama Republik Indonesia yang memilih untuk  melanjutkan pengabdiannya sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Siapa sosoknya sesungguhnya, kiprahnya, rekam jejaknya, dan cita-citanya bagi negeri ini?

Domi lahir di Jerebu’u, Ngada. Mendengar Jerebu’u tak asing lagi. Eksoktisme Bena dan Gurusina berada di wilayah Jerebu’u. Menyebut asalnya, pikiran kita akan terpesona dengan Bena, Manulalu, Gurusina dan airpanas Jerebu’u. Nama-nama ini adalah harta karun orang Jerebu’u yang selalu diburu wisatawan.

Iklan

Ia memulai pendidikan dasar di SDK Jerebu’u (1972), kemudian melanjutkan di SMPK Yos Soedarso Jerebu’u (1974). Tamat SMP, Domi kecil bercita-cita menjadi seorang imam. Maka ia memutuskan  untuk melanjutkan pendidikan di SMA Seminari St. Yohanes Berechmans Todabelu (1978). Tamat Seminari Mataloko, Domi  menyatakan tekad untuk menjadi imam projo maka pilihannya masuk Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret dan menempuh pendidikan filsafat dan teologi di SFTK Ledalero Maumere (1990). Sedangkan pendidikan S2 (Studi Pembangunan) ditempuhnya setelah ia menjadi PNS di Lingkup Kementerian Agama RI.

Jalan hidup seseorang adalah misteri apalagi panggilan menjadi seorang imam. Begitu pula yang dialami oleh pria yang bawaan santai ini. Melalui permenungan panjang, akhirnya ia memutuskan untuk memilih jalan lain. Menjalani panggilan sebagai seorang awam dan kemudian menjadi abdi negara dan masyarakat di Kementerian Agama RI (1997). Karier PNS  dimulai pada Kemenag Kabupaten Ende (1997-2003), kemudian dimutasikan ke Kanwil Kemenag Provinsi NTT (2003-2008). Lima tahun mengabdi di sana, ia dipindahkan ke Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah menjadi  Pembimas Katolik (2008-2012), sebelum kembali dan dipromosi sebagai Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kemenag Provinsi NTT (2012 -2017).

Siapa sangka Domi yang bercita-cita menjadi imam dan kemudian menjadi PNS di lingkup Kemenag Agama Ri ini memiliki segudang pengalaman sebagai pendidik? Ternyata, di dalam diri Domi, terdapat watak sebagai seorang pendidik. Selama  kurung waktu 1984-2003 ia pernah mengajar di sejumlah sekolah dan perguruan tinggi di Kota Ende. Adapun sekolah-sekolah dan perguruan yang pernah menjadi titiannya pengabdiannya adalah SPG Negeri Ende (194-1985), SMPS Muhammadiyah Ende (1984-1986), SMP/SMA Muthmainah Ende (1984-1986), SMEAK Yos Soedarso Ende (1984-1989), Sekolah Teknik Ndona (1984-1989), Dosen IPI Malang Filiar & STIPAR Ende (1986-2007), dan Dosen STPM St. Ursula Ende (1997-2003).

Dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai seorang PNS maupun masyarakat, Domi aktif dalam berbagai organisasi. Sebagai PNS, tentu saja ia sebagai anggota aktif KORPI (1997-2017), Anggota Dewan Pastoral Keuskupan Agung Ende (1998-2003), Anggota Forum Kerukunan Antar Umat Beragama Kabupaten Ende (1997-2003), Anggota Forum Kerukunan Antar Umat Beragama Provinsi NTT (2003-2008), Anggota Forum Kerukunan Antar Umat Beragama Provinsi NTT (2008-2017). Di luar profesinya sebagai PNS, Domi aktif sebagai Anggota Koperasi Koperasi Swastisari (2014-sekarang), Anggota Koperasi Sangosai (2017-sekarang), serta terlibat dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi atau paguyuban daerah di Kota Kupang.

Rentang perjalanan hidupnya nan panjang, baik riwayat pendidikan, pekerjaan maupun organisasi membentuk pribadi Domi sebagai sosok yang berjiwa empati dengan daerahnya, Nusa Tenggara Timur. Ia menyadari masih banyak persoalan NTT yang memerlukan keterlibatan semua komponen masyarakat.

“Membangun NTT tidak bisa dikerjakan sendiri. Membangun NTT adalah tugas bersama elemen masyarakat, pemerintah, legislatif, aparat hukum, “ tulis Domi.

Dengan bekal pengalamannya di pemerintahan, Domi menyatakan untuk membangun kemajuan NTT melalui DPD RI. Tekadnya memang tak mulus, karena itu ia mengajak semua pihak BERSINERGI untuk membangun NTT dangan langkah-langkah CERDAS dalam suasana KERUKUNAN untuk mewujudkan KESEJAHTERAAN NTT.

Pria yang beristri Wea Ernesta yang telah dikarunia dua anak (Erdys dan Rion), serta cucu-cucu (Chester dan Alexandria) serta seorang mantu (Marten Taena), saat ini  tercatat sebagai dosen Sekolah Teologi Agama Kristen Negeri (STAKEN) Kupang.

Panggilan menjadi seorang pendidik  tak pupus di masa pensiunannya. Panggilan dan tanggungjawab tumbuh dan terus tumbuh dibaktikan bagi negeri ini seperti halnya ketika ia memutuskan dengan sadar dan penuh tanggung jawab menjadi Calon Anggota DPD RI Dapil NTT Periode 2019-2024, Nomor Urut 30. Apakah Domi pilihan ideal Anda? Putuskan di bilik suara kelak. ***

PropellerAds