Mendikbud Muhadjir Effendy: Menjadi Juara Sangat Penting Tapi yang Lebih Penting Adalah Kejujuran, Usaha Keras dan Percaya Diri

oleh
229 views
Ribuan siswa atlit O2SN memadati Gedung Sportorium UMY, Bantul, Yogyakarta (Foto: Dok. Pribadi)

KUPANG.ONLINE – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dilaksanakan sejak tahun 2018. Tujuan dari ajang ini untuk membina dan mengembangkan bakat, minat, dan prestasi siswa dalam bidang olahraga, dan membentuk karakter yang tangguh, sportif, dan jujur serta saling menghargai.

Tahun ini merupakan O2SN yang ke-11. Tuan rumah O2SN 2018 adalah Yogyakarta. Kali ini O2SN mengusung tema “Aktualisasi Potensi, Bakat dan Prestasi Siswa”.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad, Ph.D, Selasa (17/09/2018), melaporkan O2SN 2018 diikuti 4.423 orang yang meliputi siswa atlet sebanyak 1.938 orang, offisial berjumlah 306 orang, pendamping sejumlah 510 orang, pembina sebanyak 204 orang, wasit dan asisten wasit total 1.057 orang, dan panitia dan fasilitator sebanyak 408 orang.

Ia juga melaporkan sembilan cabang olahraga yang dipertandingkan pada O2SN tahun ini, yaitu atletik, renang, bulutangkis, pencak silat, karate, senam, bocce, balap kursi roda, dan catur. Sedangkan khusus untuk siswa berkebutuhan khusus, terdapat empat cabang olahraga, yakni bulutangkis, bocce, catur dan balap kursi roda. Para atlet akan memperebutkan total 448 medali.

Penyelenggaran  O2SN 2018 dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Pada kesempatan itu, Mendikbud mengharapkan atlit O2SN yang berprestasi dapat berpartisipasi pada kompetisi olahraga internasional seperti olimpiade.

“Bukan tidak mungkin apa yang akan Anda capai di O2SN ini akan diinventarisir oleh pencari bakat untuk mengikuti pertandingan olahraga di tingkat nasional maupun internasional. Indonesia saat ini sedang bersiap menghadapi Olimpiade Tahun 2020 di Tokyo, Jepang. Kita berharap alumni O2SN bisa ikut dalam olimpiade,” kata Mendikbud.

Menurut Mendikbud, pelaksanaan O2SN tahun ini sangat istimewa karena Indonesia baru saja menjadi tuan rumah Asian Games yang sukses. Tak hanya itu, Indonesia masuk dalam daftar empat besar perolehan medali. Selain itu, Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade Para Games Asia. Tentu saja ini menjadi kebanggaan Indonesia. Ia juga menambahkan, sebagian besar peraih medali emas pada ajang Asian Games yang baru-baru adalah alumni O2SN.

Mendikbud juga menyentil soal  pendidikan karakter. Ia menegaskan untuk menjadi juara atau menjadi nomor 1 di dalam O2SN memang sangat penting. Namun kejujuran, usaha keras dan percaya diri lebih penting dari capaian menjadi nomor satu tersebut.

Seperti dilansir Disdik.nttprov.go.id, Senin (17/08/2018), pembukaan O2SN oleh Mendikbud yang melepaskan anak panah sebagai tanda dimulainya O2SN tahun ini. ***