Maritaing Bakal Menjadi Pelabuhan Internasional, Dua Bandara Baru Dibangun di Mbay dan Sabu Raijua

oleh
2.769 views
Wagub NTT Josef A. Nae Soi menemui Ibu Polana, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Foto: Dok. Ist)
PropellerAds

[KUPANG.ONLINE] Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan daerah dengan tipikal kepulauan. Keadaan ini mendorong pemerintah  untuk  terus membenahi jaringan transportasi baik darat, udara maupun laut.

Untuk transportasi laut, pemerintah telah menetapkan  6 pelabuhan berstatus nasional berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan RI Nomor 53 Tahun 2002 tentang Tatanan Pelabuhan Nasional sesuai dengan peran, hirarki dan fungsi pelabuhan. Adapun pelabuhan laut yang dinaikan statusnya, yakni Pelabuhan Ippi (Ende), Labuan Bajo (Manggarai Barat), Sadang Bui (Sikka), Maritaing (Alor), Waingapu (Sumba Timur) dan Pelabuhan Wini  (TTU). Sedangkan pelabuhan yang berstatus regional berjumlah  11 pelabuhan , antara lain  Pelabuhan Atapupu (Belu), Pelabuhan Baranusa (Alor), Komodo (Manggarai Barat), Kalabahi (Alor), Mbay dan Maropokot (Nagekeo), Paitoka (Flotim), Reo (Manggarai), Seba (Sabu ) Waikelo (Sumba Barrat Daya) dan Pelabuhan Wuring (Sikka).

Iklan

Pelabuhan Tanau Kupang adalah satu-satunya pelabuhan internasional di Nusa Tenggara dan salah satu pelabuhan internasional di Indonesia.  Dengan peningkatan status ini,  maka diharapkan Pelabuhan Tanau dapat disandari oleh kapal-kapal asing.

Sementara itu, bertempat di Losary Roxy Hotel (Senin, 11/01/2019), Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi hadir dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) terkait pengembangan pelabuhan Maritaing, Alor sebagai Pelabuhan Internasional. Pengembangan Maritaing sebagai peluang peningkatan ekonomi dan kerja sama internasional antara Indonesia dan RD Timor Leste.

Menindaklanjuti pertemuan dengan BNPP sehari sebelumnya, Wagub Josef menemui Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Agus Purnomo terkait pengembangan Pelabuhan Maritaing, Alor (Selasa, 12/01/2019). Purnomo meminta Dinas Perhubungan Provinsi NTT untuk segera melakukan observasi

Pada kesempatan yang sama, Wagub NTT menemui Ibu Polana, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Nae Soi mengusulkan perluasan bandara Mali Kalabahi, bandara Wunopito Lembata (1200 meter) dan bandara Gewayan Tana Larantuka (1400 meter). Perluasan runway ketiga bandara tersebut sepanjang 1600 meter untuk memenuhi syarat Pesawat Hercules dapat mendarat di setiap wilayah NTT mengingat sering terjadi bencana dan beberapa persoalan lain yang membutuhkan solusi cepat.

Wagub Nae Soi juga mengusulkan pembangunan bandara baru di Sabu Raijua dan bandara Mbay. Ibu Polana menyambut baik usulan dan inisiatif Pemerintah Provinsi NTT dan meminta instansi terkait segera bergerak untuk realisasikan pengembangan infrastruktur dimaksud. Pihaknya meminta Pemerintah NTT perlu melakukan study report dan selanjutnya bersurat ke Menteri Perhubungan RI.

Studi atas pengembangan pelabuhan Maritaing, perbaikan 3 bandara dan pembangunan 2 bandara baru sudah dilakukan, selangkah lagi penyelesaian proses administrasi untuk memulai pembangunan.

Wagub Josef tampak senang sebab pemerintah pusat mendukung inisiatif Pemerintah Provinsi NTT untuk membangun NTT menuju bangkit dan sejahtera. ***

PropellerAds