Kisah 3 Remaja Korban Perdagangan Orang Asal NTT Sebelum Dijemput Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi

oleh
344 views
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi bersama korban perdagangan orang asal NTT (Foto: Fortiternews.com)

KUPANG.ONLINE – Seperti dilansir Kupang.Online, Selasa (09/10/2018), Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mewakili Pemerintah NTT memulangkan tiga remaja korban perdagangan orang dari Medan. Kisah pemulangan ini berawal dari seorang biarawati Katolik, Sr. Tine, yang menemui tiga korban ini di Bandara Internasional Surabaya sekitar akhir September 2018.

Seperti dikisahkan oleh Sr. Tine kepada Fortiternews.com, Senin(08/10/2018), ia menemui ketiga remaja itu yang tampak kebingungan di bandara. Sr. Tine membaca gelagat yang kurang baik dengan ketiga remaja ini, ia pun mendekati dan menanyakan tujuan keberangakatan mereka.

“Waktu itu, saya ke Semarang . Transit di Surabaya dan berjumpa mereka 3 anak itu bingung-bingung. Saya tanya mau kemana? Mau ke Medan. Jawab mereka. Mau kerja di Medan. Terus saya tanya sudah pernah ke sana mereka bilang belum, “ Sr. Tine kembali mengisahkan perjumpaannya dengan tiga remaja putri tersebut seperti dilansir Fortiternews.com, Senin(08/10/2018).

Ketiga remaja ini dalam keadaan tak memiliki uang. Mereka hanya dibekali dua gelas air mineral. Lalu Sr. Tine membeli pop mie untuk mereka di ruang tunggu.

Kepada Sr. Tine, ketiga remaja asal Pulau Timor ini mengisahkan mereka direkrut oleh sebuah perusahaan di dekat Pasar Oeba, Kota Kupang. Mereka tak ingat nama perusahaan tersebut tapi mereka masih ingat dengan nama bosnya.

Sr. Tine mengaku tak bisa berbicara lama dengan mereka karena ia harus meneruskan penerbangan ke Semarang. Ia hanya menitipkan nomor handphone dan meminta mereka untuk menghubunginya jika terjadi sesuatu.

Satu hari kemudian salah seorang korban langsung menelponnya, Sabtu (29/09/2018). Anak itu memberi tahu mereka disuruh untuk melayani pria hidung belang. Sementara mereka tidak tahu persis lokasi penampungan karena kondisi gelap gulita. Mendengar cerita anak itu, Sr. Tine langsung memerintah mereka untuk segera kabur dari tempat tersebut. Mereka kemudian ditampung sebuah keluarga di Medan.

Sr. Tine menyampaikan kekesalannya karena pihak perusahaan di Medan melakukan pembohongan kepada orang tua salah satu anak dari Noelbaki. Mereka mengatakan anaknya telah bekerja sebagai perawat dan digaji 2,5 juta rupiah. Sayangnya, ketika orangtuanya minta melakukan video call dengan anaknya, telepon langsung dimatikan.

Kisah perjumpaannya dengan tiga remaja itu diceritakannya kepada Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi saat melakukan audiens di Gedung Sasando, Jumat (05/10/2018). Setelah sharing Sr. Tine meminta bantuan Pemerintah NTT untuk melakukan proses pemulangan anak-anak.

“Lalu saya minta nomor HP Pak Wagub dan kemarin sore saya baru telepon beliau dan langsung ditindaklanjuti.“ Tandasnya.

Seperit dilansir Fortiternews.com, Senin (08/10/2018), Sr. Tine yang juga adalah aktifis Koalisi Anti Perdagangan Orang ini meminta Kapolda NTT dan jajarannya untuk membasmi mafia perdagangan orang sampai ke akarnya sebab para perekrut adalah orang-orang lama yang masih berkeliaran. ***