Jutaan Pelamar Akan Memperebutkan 238.015 Formasi,  8 Prinsip Pelaksanaan Seleksi CPNS Bangkitkan Kepercayaan Diri Anda

oleh
509 views
Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

[KUPANG.ONLINE] Setelah moratorium beberapa tahun, akhirnya seleksi CPNS dibuka lagi pada tahun 2018. Kebijakan penetapan kebutuhan PNS tahun ini adalah Zero Growth – perekrutan pegawai baru dengan dasar pertimbangan jumlah pegawai yang berhenti.

Selain itu, tahun ini pemerintah memprioritaskan alokasi kebutuhan pegawai untuk bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, jabatan fungsional, dan jabatan teknis lain. Total alokasi untuk instansi Pusat dan Daerah adalah sebanyak 238.015 formasi.

Antusiasmie masyarakat mengikuti seleksi CPNS sangat tinggi. Pada tahun 2017, 63 instansi pemerintah membuka lowongan, terdapat lebih dari 1 juta orang pelamar CPNS yang lolos verifikasi memperebutkan 37.160 formasi. Bukan mustahil tahun ini  jumlah pelamar akan melebihi tahun lalu, mengingat jumlah instansi yang membuka lowongan CPNS dan memperoleh formasi lebih banyak daripada 2017.  Dalam catatan KUPANG.ONLINE, total formasi CPNS 2018 sebanyak 238.015, terinci 186.744 Instansi Daerah dan 51.271 Instansi Pusat.

Adapun formasi atau kebutuhan terdiri-dari Formasi Pusat dan Formasi Daerah. Formasi Pusat terdiri-dari Formasi Khusus dan Formasi Umum. Formasi Khusus meliputi Formasi Putra-putri Lulusan Terbaik, Penyandang Disabilitas, Putra-putri Papua dan Papua Barat, Disapora, Tenaga Pendidikan dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori II yang memenuhi persyaratan.

Untuk Formasi Daerah terdiri-dari Formasi Khusus yang meliputi Putra-putri Lulusan Terbaik dan Penyandang Disabilitas, dan Tenaga Pendidikan dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori II yang memenuhi persyaratan.

Pengadaan CPNS memegang 8 prinsip, yaitu kompetitif (bersaing secara sehat), adil (tidak ada perlakuan istimewa terhadap pelamar), obyektif , transparan, bersih dari praktik KKN, dan Tidak dipungut biaya.

Menyadari besarnya jumlah pelamar, pemerintah bekerja keras untuk mewujudkan rekrutmen yang cepat, akuntabel, dan transparan. Untuk itu, seleksi tahun ini menggunakan metode CAT BKN. ***