Jumlah Penumpang Bandara Turelelo Per September Teratas, Ironi Bagi Eltari Sebagai Bandara Terbesar  

oleh
1.454 views
Ilustrasi (Foto: Merdeka.com)

[KUPANG.ONLINE] – Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki bandara udara terbanyak. Semua kabupaten/kota hampir memiliki bandara masing-masing.

Berdasarkan data BPS (Oktober 2018), jumlah bandar udara sebanyak 14 di empat belas kabupaten/kota, minus Kabupaten Nagekeo, Sumba Barat, Sumba Tengah, TTU, TTS, Malaka, Kabupaten Kupang, dan Manggarai Timur. Artinya sebanyak 57,17 % kabupaten/kota yang sudah memiliki bandar udara. Jumlah ini akan bertambah jika wacana pembangunan bandara Surabaya II di Mbay terealisasi.

Lantas bagaimana dengan lalu lintas penumpang dari dan ke bandara di setiap ibukota kabupaten/kota di NTT? Hasil rilis BPS (Oktober 2018), secara umum jumlah penumpang yang melakukan perjalanan melalui bandara di Nusa Tenggara Timur mencapai 356.632 penumpang pada bulan September jika dibandingkan pada bulan Agustus menyentuh angka 376.603 penumpang. Dari statistik ini, tergambar bahwa lalu lintas penumpang dari dan ke bandara di NTT mengalami penurunan sebesar 5,30 % pada bulan September.

Sedangkan jumlah penumpang yang melewati bandara  Turelelo, Ngada, mengalami trend peningkatan signifikan sebesar 12,43 %  atau 805 penumpang pada bulan September (7.280 penumpang) jika dibanding pada bulan Agustus hanya mencapai angka 6.475. Trend ini juga dialami oleh bandara A. A. Bere Tallo, Belu, yang meningkat 7,04 persen atau 653 penumpang lebih banyak pada bulan September jika dibandingkan pada bulan Agustus hanya menyentuh 9.282 penumpang.

Sedangkan lalu lintas penumpang di bandara Terdamu, Sabu Raijua mengalami penurunan yang signifikan mencapai 37,11 %, disusul Lekunik, Rote Ndao pada angka 27,13 % dan Bandara Frans Sales Lega, Manggarai, sebesar 14,33 persen pada bulan September. Penurunan dialami juga bandara Eltari sebesar 4,87 persen. Kondisi ini ironis dengan kapasitas bandara Eltari sebagai bandara terbesar di NTT dan dilayani puluhan penerbangan.

Asumsi KUPANG.ONLINE, peningkatan jumlah penumpang yang konsisten di Bandara Turelelo disebabkan oleh letaknya strategis karena diapiti oleh dua kabupaten, yakni kabupaten Manggarai Timur dan kabupaten Nagekeo yang belum memiliki bandara sendiri. Sementara tarif pesawat dari/ke Bandara Frans Sales Lega relatif tinggi memicu penumpang asal Kabupaten Manggarai Timur untuk memilih jalur penerbangan melalui Bandara Turelelo.

Begitu pula Bandara A. A. Bere Tallo mengalami peningkatan jumlah penumpang disebabkan oleh letaknya yang strategis dan satu-satunya bandara di wilayah NTT yang berbatasan dengan Timor Leste. Tarif yang relatif lebih murah memicu pengguna jasa penerbangan dari Atambua, Timor Leste dan Melaka menggunakan pesawat daripada menempuh jalan darat dari Atambua ke ibukota provinsi atau sebaliknya.

KUPANG.ONLINE memprediksi trend lonjakan penumpang akan terjadi pada beberapa bandara dua bulan kedepan  seiringnya dengan dilakukan perjalanan dinas keluar daerah oleh para Aparatur Sipil Negara dan liburan natal dan tahun baru. ***