Jumlah Penduduk NTT Belum Melek Huruf Mencapai 5,15 Persen, Gubernur NTT Ajak Berantas Buta Aksara

oleh
942 views
Kontingen Kabupaten TTS pada Pembukaan Hari Aksara Internasional di Waikabubak, Sumba Barat, 10/10/2018 (Foto: Dok. Ist)

KUPANG.ONLINE – Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-53 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur diselenggarakan di Waikabubak, ibukota Kabupaten Sumba Barat Daya. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ir. Stefanus Ratoe Oejoe, Asisten III Setda Provinsi NTT, Rabu (10/010/2018).

Peringatan HAI dilaksanakan dua tahun sekali. Tema HAI tahun ini adalah “Mengembangkan Ketrampilan Literasi yang Berbudaya”.

Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten III Setda Provinsi NTT menyampaikan jumlah penduduk Indonesia usia 15 hingga 59 tahun yang telah bebas dari buta aksara mencapai 97,93 persen. Artinya, masih 2,07 persen penduduk atau sebanyak 3.387.035 orang lagi yang belum melek aksara.

“Berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik bersama Pusat Data Statistik Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada Tahun 2017, jumlah penduduk usia 15 hingga 59 tahun yang telah berhasil dibebasaksarakan mencapai 97,93 persen. Artinya tersisa 2,07 persen penduduk atau sebanyak 3.387.035 orang lagi yang belum melek aksara.” Urai Ratoe Oedjoe.

Sementara itu penduduk NTT yang belum melek huruf sebanyak 5,15 persen atau 151.546 jiwa. Terjadi kenaikan yang signifikan sebesar 2,12 persen dari kondisi tahun 2015 sebesar 7,27 persen.

“Khusus NTT, jumlah penduduk buta aksara kita sebesar 5,15 persen atau sebanyak 151.546 jiwa. Angka ini menurun signifikan jika dibandingkan data tahun 2015 yang mencapai 7,27 persen penduduk“ tambah asisten III Sekretaris Daerah Provinsi NTT itu.

Gubernur mengajak seluruh stakeholder untuk memanfaatkan data capaian tersebut sebagai acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran dalam rangka membebaskan NTT dari buta aksara selain upaya untuk memerangi kemiskinan dan keterbelakangan daerah.

Pemerintah Provinsi NTT juga telah mencanangkan Gerakan Literasi pada Hardiknas 2018 sebagai upaya untuk menyukseskan Program Indonesia Membaca.

“Gerakan Literasi ini tidak hanya dimaknai sebagai sebuah ajakan untuk membaca dan menulis. Lebih dari itu, gerakan ini diharapkan dapat mengembangkan ketrampilan vokasional, sesuai konteks lokal, untuk meningkatkan kualitas hidup bersama,” tambah Ratoe Oedjoe seperti yang dikutip dari Siaran Pers Biro Humas Setda Provinsi NTT, Rabu (10/10/2018).

Kegiatan ini diikuti 875 peserta. Jumlah ini diluar dari paguyuban yang turut berpartisipasi. Pada kesempatan tersebut Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole menyampaikan ucapan selamat datang kepada peserta yang telah hadir dan sekaligus menyampaikan terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumba Barat sebagai tuan rumah kegiatan.

Pembukaan kegiatan HAI dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan NTT, Johanna Lisapaly,SH,M.Si, para Bupati sedaratan Pulau Sumba. Hadir pula Farah Tayba, perwakilan Kementerian Luar Negeri Australia, Mark Hayward, Direktur Program Inovasi bersama wakilnya, Basilius Bengo Teku dan Stephany Charter, serta perwakilan mitra inovasi dari Provinsi Kalimantan Utara, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Perayaan HAI tahun ini diawali dengan karnaval budaya yang melibatkan perwakilan dari 17 kabupaten/kota di NTT.  Selanjutnya kegiatan diisi dengan 18 jenis perlombaan. Hasilnya akan dipublikasikan panitia pada saat penutupan, Sabtu (13/10/2018). ***