Josef Nae Soi Memberi Tips Bagi Pelaku UKM Saat Meresmikan Rumah Produksi Sasando

oleh
688 views
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi saat meresmkikan Rumah Produksi Sasando (Foto: Biro Humas Setda Provinsi NTT/Aven Reme)

KUPANG.ONLINESaat memberikan sambutan meresmikan Rumah Produksi Sasando, Josef Nae Soi memberi tips bagi para pelaku UKM | Berdasarkan data Dinas Perdagangan NTT, jumlah UKM di NTT mencapai sekitar 103.707. Kesulitan yang sama dialami oleh pelaku UKM adalah biaya sewa tempat pemasaran yang tinggi. Hal diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan NTT, Hadji Husen, saat peresmian Rumah Produksi Sasando, Rabu (17/10/2010).

“Ide untuk mendirikan rumah produksi ini merupakan arahan dari Bapak Gubernur. Teman-teman pelaku UKM menyambut baik adanya tempat ini karena tempatnya sangat strategis. Konsumennya juga jelas, “jelas Hadji Husen seperti yang dilansir Siaran Pers Biro Humas Setda Provinsi NTT, Rabu (17/10/2018).

Apa saja yang dipasarkan di rumah produksi Sasando? Dalam laporannya, ia menjelaskan hasil UKM yang dipasarkan di rumah produk itu berupa pangan lokal dan non pangan lokal termasuk hasil olahan kelor dan tenun ikat.

Selain bekerja sama dengan UKM, pemerintah juga menggandeng Bulog Divre NTT untuk menyediakan beberapa bahan kebutuhan pokok.

“Kami juga menggandeng Bulog Divre NTT untuk sediakan beberapa bahan kebutuhan pokok. Juga mengajak serta Dharma Wanita Setda NTT. Menyangkut pengelolaan rumah produk ini jadi tanggung jawab penuh Biro Umum Setda NTT, “tutup Husen.

Rumah Produksi Sasando diresmikan oleh Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, dan saksikan  Kepala Divre NTT, Sekretaris Daerah NTT,  Asisten Administrasi Umum,  pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT,  pelaku UKM,  insan pers dan undangan lainnya.

Pada saat memberikan sambutan, Nae Soi berbagi tips manajemen ritel kepada para pedagang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang mengalami kesulitan memasarkan produknya.

“Hal paling penting dalam manajemen ritel adalah harga dan tempat (price and place). Kemudian baru faktor-faktor lainnya seperti  pengepakan (packaging) dan mutu barang,” kata Nae Soi.

Menurut pria yang pernah bekerja di Supermarket Hero ini berpendapat bahwa tempat dan teknik menarik konsumen yang bagus adalah langkah penting untuk meningkatkan omzet penjualan. Selisih harga jual satu rupiah pun dapat mempengaruhi psikologis konsumen. Pasang harga tinggi sama dengan menjauhkan konsumen (hit and run).

“Harga pokok produksi harus sudah fix atau pasti. Ambil  keuntungan sedikit saja. Tapi perputaran uang cepat. Marjin profit cukup nol koma sekian persen, jangan sampai satu persen.Orang pasti akan banyak datang di sini, ” jelas Wagub Nae Soi.

Lebih lanjut ia menyatakan, konsumen dan pembeli dari Rumah Produk Sasando sudah jelas yakni para pegawai kantor gubernur. Sesuaikan harga dengan kemampuan pembeli.

“Jumlah konsumen yang jelas, jarak yang mudah dijangkau, mutu serta harga rendah merupakan peluang pasar yang besar. Jaga kepercayaan dan rawatlah kebersihan tempat ini, “pungkas Wagub Nae Soi.

Usai peresmian, Wagub mengunjungi stand UKM  dan membeli hasil olahan kelor seperti stik marungga dan brownis marungga, madu hutan Amfoang dan beberapa hasil UKM lainnya.***(Red/AR)