Ingin Pariwisata Dikenal Dunia, Dinas Pariwisata Provinsi NTT Gelar Lomba Vlog dan Blog Yang Pertama

oleh
758 views
Sisi keindahan Pulau Padar, Manggarai Barat. Model diperagakan oleh Ve Joseph Tena (Foto: facebook.com/ve.joseph.tena)

[KUPANG.ONLINE] – Semenjak dicalonkan menjadi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, dalam berbagai kesempatan tatap muka dan kampanye, melemparkan gagasan untuk menetapkan pariwsata sebagai prime mover (penggerak utama) berbagai sektor pembangunan di Provinsi Nusa  Nusa Tenggara Timur.

Saat terpilih secara demokratis, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi menuangkannya dalam visi NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera untuk masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Periode 2018-2023. Hal ini tertuang secara jelas pada salah satu misinya, yakni “Membangun NTT sebagai salah satu gerbang dan pusat pengembangan pariwisata nasional (New Tourism Territory)”.

Gubernur NTT dalam berbagai kesempatan dalam pertemuannya dengan para bupati selalu untuk satu visi dalam pengembangan dan pengelolaan sektor pariwisata sebagai penggerak utama pembangunan.

Visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Periode 2018-2023 ini diterjemahkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTT dalam berbagai program dan kegiatan yang bertujuan untuk mempromosikan destinasi pariwisata. Salah satunya, Lomba Vlog dan Blog, seperti disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu pada jumpa pers, Senin (26/11/2018).

Jelamu menegaskan pariwisata dapat menjadi salah satu pemicu pertumbuhan ekonomi di NTT. Pariwisata baik akan berdampak pada pertumbuhan perekonomian. Karena itu ia berharap perlu adanya sinergitas program dan kegiatan untuk menopang keberadaan pariwsaita sebagai leading sector pembangunan NTT.

Lanjut Jelamu, pembangunan sektor pariwisata harus melibatkan semua instansi seperti pertanian, peternakan dan lain-lain. Dengan kata lain, pariwisata sebagai lokomotif pembangunan, salah satunya untuk memenuhi target menurunkan angka kemiskinan di NTT. Untuk itu, diperlukan sikap dan komitmen serta gerakan moral untuk membangun NTT.

Menurutnya, isu pariwisata yang sedang mengemuka adalah adanya wacana pengalihan pengelolaan Taman Nasional seperti Komodo, Kelimutu, Sumba,  dan Mutis dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, dalam hal ini, Pemerintah Provinsi NTT. Selain itu, Pemerintah NTT sedang berjuang pengalihan fungsi kawasan Gunung Mutis sebagai obyek wisata taman nasional dari kawasan konservasi. Dengan pengalihan tersebut, diharapkan kawasan tersebut dapat mendongkrak PAD NTT dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Karenanya, Pemerintah NTT berharap Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera Gunung Mutis menjadi Taman Nasional.

Ini semua merupakan gagasan brilian Laiskodat yang menginginkan seluruh destinasi berkelas, pengelolaannya pun harus berkelas pula. Selain itu, Gubernur NTT mengharapkan semua perairan di NTT harus dikontrol secara baik. Setiap kapal pesiar yang masuk kawasan Komodo misalnya wajib dikenai biaya 50.000 dolar apabila kapal tersebut tidak menginap. Begitupula dengan para pemandu wisata, pemerintah NTT akan wisatawan dan jasa pariwisata untuk menggunakan pemandu lokal. Pemerintah juga akan menetapkan salah satu hari menjadi hari bahasa Inggris (English day) di seluruh NTT baik itu di lembaga pendidikan, instansi pemerintah dan lain sebagainya.

Menurut Jelamu, saat ini, pertumbuhan pariwisata NTT dalam tren positif. Provinsi NTT akan mengembangkan 45 destinasi unggulan alam, pantai, dan bawah laut serta membuka akses penerbangan lansung (direct flight) dari dan keluar negeri melalui Tambolaka, Labuan Bajo atau Kupang. Karena secara geografis, NTT sangat strategis dan berada dalam ring beauty atau cincin keindahan baik darat, laut maupun udara.

Jelamu menegaskan untuk mewujudkan visi besar ini, pemerintah tetap dan terus mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari semua elemen masyarakat. Sumbang saran, kritikan dan masukan tersebut dapat memperkuat pemerintah untuk merancang-bangun sektor pembangunan dengan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan. Sebagai lokomotif, pada akhirnya sektor pariwisata dapat menarik menarik gerbong sektor ekonomi, sosial dan lain sebagainya.

Maka tugas pemerintah NTT, dalam hal ini Dinas Pariwisata NTT terus mempromosikan destinasi wisata NTT melalui berbagai event, lomba dan publikasi di media. Salah satunya adalah Lomba Vlog dan Blog.

Menurut panitia penyelenggara, Gideon Sooai,  lomba  ini merupakan event yang pertama kali diselenggarakan di NTT. Peserta lomba dapat memilih beberapa spot wisata bagus dijadikan ikon untuk perlombaan. Sedangkan total hadiah yang diperebutkan adalah puluhan juta rupiah, dengan rincian Juara I (Rp. 12.000.000,-), Juara II (Rp. 10.000.000,-), Juara III (Rp. 7.500.000,-), dan hadiah hiburan (Rp. 750.000,-). ***