795 Pelamar CPNS Provinsi NTT Gugur Seleksi Administrasi, Begini Penjelasan Panitia!

oleh
6.093 views
Ilustrasi (Gambar: Koranseruya.com)

KUPANG.ONLINE – Panitia Penerimaan CPNSD Pemerintah Provinsi NTT telah melewati satu tugas besar, yakni seleksi administrasi. Hasil seleksi administrasi telah disampaikan kepada Sekretaris Daerah Provinsi NTT selaku Ketua Panitia, Ir. Benediktus Polo Maing melalui pleno yang kemudian ditetapkan dalam Surat Keputusan Gubernur Nomor: BKD.013.1/X/017/PP-PF/CPNS/2018 tanggal 22 Oktober 2018 tentang Hasil Seleksi Administrasi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, lansir situs BKD.NTTPROV.GO.ID, Senin (22/10/2018). Download : Hasil Seleksi Administrasi CPNS Provinsi NTT 2018

Dilaporkan, sebanyak 795 pelamar dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi, dari total tersebut sebanyak 471 orang tidak mengirimkan dokumen lamaran hingga batas waktu yang ditetapkan (19/10/2018). Hal ini berdampak pada kelanjutan pelamar untuk mengikuti tes tahap berikutnya. Selain itu, sebanyak 287 pelamar yang tidak memenuhi kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan formasi jabatan yang dibutuhkan.

Plh. Kepala BKD Provinsi NTT, Mulu Blasius SE, CES, selaku sekretaris panitia dalam rapat pleno menegaskan kualifikasi pendidikan harus singkron dengan formasi jabatan.  Keputusan ini sesuai dengan Peraturan Menteri PAN-RB dan Peraturan Kepala BKN sebagai landasan legal formal panitia dalam melakukan kegiatan seleksi CPNSD.

Hal lain yang menyebabkan pelamar dinyatakan gugur adalah persyaratan  khusus bagi tenaga kesehatan. Dimana untuk pelamar formasi Dokter Umum, Dokter Gigi, Apoteker, Bidan dan Perawat harus putra atau putri daerah. Sementara diantara pelamar formasi tersebut, beberapa pelamar tidak memperhatikan persyaratan tersebut atau tidak mengirim dokumen pendukung sesuai kriteria yang ditetapkan.

Untuk pelamar Formasi Lulusan Terbaik, 6 pelamar dinyatakan gugur karena tidak memenuhi syarat akreditasi kampus dan jurusan. Selain harus memenuhi kriteria cum laude, pelamar harus lulusan dari universitas yang berakreditasi A baik perguruan tingginya maupun jurusan atau program studinya.

Sementara  Formasi Penyandang Disabilitas, 1 orang pelamar dinyatakan tidak lulus karena pelamar tersebut tidak mampu menunjukkan Surat Keterangan Dokter mengenai tingkat disabilitasnya. Panitia langsung mengkonfirmasi pelamar tersebut, yang bersangkutan mengaku bahwa ia tidak  memiliki kecacatan dan keliru memilih jenis formasi yang dilamar atau terlanjur terdaftar dalam formasi tersebut.

Panitia juga menemukan masalah lain yang menyebabkan pelamar gagal seperti perbedaan data pelamar yang tertera di ijazah dengan status pelamar dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (FORLAP DIKTI). Ada pula pelamar yang mengirim berkas lamaran yang berbeda data dengan yang terekam di portal pendaftaran SSCN.

Disamping itu, sebagian ijazah pelamar tidak terdaftar dalam FORLAP DIKTI. Terhadap masalah ini, panitia melakukan konfirmasi dengan perguruan tinggi yang menerbitkan ijazah tersebut. Hasil klarifikasi dari pihak perguruan tinggi menjadi dasar panitia dalam memutuskan kelayakan para pelamar.

Panitia juga menemukan beberapa dokumen pelamar yang salah alamat dan tidak tuntas melakukan registrasi di portal SSCN. Beberapa berkas yang diterima salah tujuan. Ditemukan pelamar yang mendaftar pada instansi lain tapi mengirimkan dokumennya ke Panitia CPNSD Provinsi NTT. Panitia mengembalikan dokumen tersebut kepada pemilik melalui PT. Pos Indonesia.

Pelamar yang telah memiliki akun pendaftaran seharusnya melakukan registrasi lanjutan untuk memilih instansi dan formasi yang akan dilamar. Sayangnya, beberapa pelamar tidak melakukannya. Kekeliruan ini menyebabkan yang bersangkutan tidak terdaftar sebagai calon pelamar CPNSD Pemerintah Provinsi NTT.

Seperti dikutip dari BKD.NTTPROV.GO.ID, panitia menyampaikan berbagai kesalahan di atas dapat menjadi catatan bagi para pencari kerja jika ingin mengikuti seleksi CPNS pada tahun yang akan datang. Lebih lanjut, bagi 7.139 pelamar yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi diharapkan untuk mempersiapkan diri menghadapi tahapan seleksi berikutnya, yakni tes Kompentensi Dasar dan Kompetensi Bidang para calon ASN. Seleksi tersebut akan mengunakan metode Computer Assisted Test (CAT). Diharapkan dengan cara tes tersebut, diharapkan dapat menyaring peserta terbaik yang akan mengabdi dan bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara di Provinsi NTT.

Panitia mengharapkan para pelamar yang lolos seleksi administrasi untuk terus mengecek informasi di situs resmi BKD Provinsi NTT. Pelamar juga dapat menghubung panitia panitia melalui email: penerimaancpns2018@gmail.com atau line telpon (0380)-8430641 pada jam kerja. ***

Download : Hasil Seleksi Administrasi CPNS Provinsi NTT 2018