Hadiri IABS di Melbourne, Nae Soi Berharap Semoga Awal yang Baik Bagi NTT

oleh
1.589 views
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi berpidato di Forum Indonesia-Australia Bussiness Summit (IAS), Hotel Grand Hyatt, Melbourne, 27/09/2018 (Foto: Dok. Ist)

KUPANG.ONLINE – Indonesia-Australia Business Summit (IABS) diselenggarakan di Hotel Grand Hyatt Melbourne, Asutralia, 26-27 September 2018. Kegiatan ini mengusung tema “Capitalizing partnership, seizing opportunities – Memanfaatkan Kemitraan, Merebut Peluang”.

Acara rutin tahunan ini merupakan kerjasama Pemerintah Indonesia-Australia. Rangkaian kegiatan IABS tahun ini diisi dengan seminar yang menghadirkan keynote speaker dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional RI (Gellwynn Jusuf), Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (H. E. Thomas Lembong), Senator Australia (James Paterson).

Penyelenggara juga mengundang 3 orang kepala daerah, yaitu Gubernur Sumatera Barat (Irwan Prayitno), Gubernur NTT (Viktor B. Laiskodat) dan Gubernur Maluku (Said Assegaf). Gubernur NTT diwakili oleh Wakil Gubernur Josef Nae Soi.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Josef Nae Soi diberikan kesempatan berpidato untuk mempresentasikan kondisi dan kebijakan pembangunan NTT periode 2018/2023. Pada tempat yang pertama, ia menyampaikan terimakasih kepada Duta Besar RI di Australia, H. E. Y. Kristiarto S. Legowo, yang mengundangnya untuk mewakili gubernur dan masyarakat NTT pada acara yang sangat istimewa tersebut.

Di hadapan peserta, Nae Soi memaparkan kondisi provinsi NTT sebagai wilayah kepulauan yang meliputi 1.192 pulau. NTT memiliki periode musim panas cukup panjang bisa mencapai 8 bulan, sementara periode musim hujan relatif lebih singkat selama 4 bulan. NTT diklasifikasikan sebagai aquatic terrestrial dengan cakupan luas laut 200.000 km2 dibandingkan dengan darat hanya 47.349,9 km2.

Josef Nae Soi bersama para pejabat Indonesia dan Australia di Melbourne, Kamis (27/09/2018)

Menurutnya, pertumbuhan iklim ekonomi NTT saat ini mencapai 5,16%, ini didukung oleh 2,40 juta pekerja, dengan 1,27 juta orang di bidang pertanian, 245,520 orang di bidang perdagangan dan 212.400 orang di bidang  industri. NTT telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil sejak 2015. Pertumbuhan ini akan terus meningkat karena adanya permintaan yang meningkat dari sektor rumah tangga dan investasi. Sedangkan sektor infrastruktur, NTT terhubung melalui laut, udara dan darat.

Dan tak kalah menarik dan membanggakan Josef Nae Soi adalah stabilitas politik NTT yang cenderung stabil sejak pemilihan langsung 2009 dan berkurangnya jumlah konflik berdasarkan ras dan agama (SARA).

Nae Soi juga meyampaikan visi-misi NTT 2018-2023 meliputi masyarakat yang sejahtera; pengembangan obyek wisata dan wisata; infrastruktur; pengembangan Sumber Daya Manusia (pendidikan dan pelatihan kejuruan); reformasi birokrasi dan pelayanan publik.

Visi-misi tersebut didasari oleh kondisi dan potensi NTT. Hal ini, menurut Nae Soi, memungkinkan kerjasama Provinsi NTT dengan Australia di sektor pertanian (pertanian lahan kering); perkebunan komoditas (moringa oleifera, kopi, vanilla, cengkeh, kakao); sumber daya laut (ikan, garam dan rumput laut); peternakan hewan (sapi, babi, dll);  industry (garam); sumber energi terbarukan (angin, hidro, panas bumi, tenaga surya); pariwisata (alam dan budaya); infrastruktur (pembangunan jalan, listrik, air bersih dan irigasi); moda transportasi (jalan, maritim, udara); dan pendidikan dan pelatihan kejuruan.

Wakil Gubernur NTT memandang potensi ini sangat penting untukn percepatan pembangunan di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, birokrasi dan sosial kemasyarakatan. Maka strategi Viktor-Josef adalah mewujudkan pemerintahan yang inklusif, kohesif, cepat, kooperatif dan berkelanjutan.

Menutup pidato singkatnya, Nae Soi menyampaikan pemerintah Provinsi NTT sangat terbuka dengan dunia luar untuk merealisasikan kontribusi guna mewujudkan visi dan misi NTT 2018-2023.  Ia berharap semoga pertemuan ini menjadi awal dari hubungan dan kerjasama yang indah ini.  ***