Gubernur NTT Ajak Perangi Egoisme Untuk Mewujudkan Perdamaian

oleh
1.070 views
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat membuka kegiatan Sekolah Perdamaian di UKAW Kupang, Kamis, 18/10/2018 (Foto: Dok.Ist)

KUPANG.ONLINE – Wujudkan perdamaian dengan perangi egoisme. Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat, menegaskan perdamaian dapat tercipta bila setiap orang dapat memerangi diri sendiri. Menaklukan egoisme dan menerima keberagaman.  Hal ini dikatakannya saat membuka kegiatan Sekolah Perdamaian yang diselengarakan di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW), Kamis (18/10/2018).

“Saya tertarik dengan ungkapan Latin, Ci Vis Pacem Para Bellum. Artinya kalau mau damai,  siaplah untuk berperang. Dalam konteks membangun perdamain berarti mampu memerangi diri,”jelas Gubernur Viktor.

Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, Sekolah Perdamaian pada 18 Oktober dengan agenda mengunjungi situs agama lokal dan mondial dan Seminar Internasional dan Nasional tentang perdamaian pada 19 Oktober.

Kegiatan ini diinisiasi UKAW melibatkan beberapa intstitusi lainnya seperti STFK Ledalero,  Maumere,  Universitas Widya Mandira Kupang,  Universitas San Pedro, Universitas Muhamadyah Kupang serta GMIT.

Seperti diungkapkan Rektor UKAW Kupang, Frankie Jan Salean, kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun perdamaian dan pemahaman bersama didalam keberangaman agama dan budaya.

Para mahasiswa yang terlibat dalam sekolah perdamaian ini antara lain para calon pendeta,  para frater dari Seminari Tinggi Santu Mikhael Kupang,  dan mahasiswa Muhamadyah.

Menurut Viktor Laiskodat,  memerangi diri sendiri sama artinya berhenti mencintai diri sendiri secara luar biasa serta mulai untuk mencintai orang lain dan Tuhan yang diimani. Hanya dengan cara ini, perdamaian akan terwujud.

“Kalau tidak kita lakukan, kita masuk dalam sebuah ego. Saya punya yang benar,kamu salah,  kamu salah, kamu salah. Kita pun masuk dalam pertikaian hebat. Bagi saya, menerima perbedaan berarti hadir dalam komunitas yang bukan dirimu,  tetapi sangat rileks. Karena tidak ada masalah, “urai Laiskodat.

Lebih lanjut dikatakannya, semangat memerangi egoisme telah dinyatakan secara terang benderang dalam Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Para pemuda kala itu memiliki  komitmen yang luar biasa yang mampu menembus segala pelbagai perbedaan.

“Dalam keberagaman dan perbedaan,  mereka saling menerima dan memberi untuk menjadi satu kesatuan,  Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini adalah suatu keajaiban besar dari Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu Wa Ta’ala,  Sang Hyang Widhi. Saya bicara ini bukan sebagai Gubernur tetapi sebagai warga negara yang sadar betul, saya diberi suatu negara yang luar biasa,”
jelas Gubernur Viktor.

Gubernur Viktor mengatakan kita harusnya berbangga memiliki Indonesia. Tidak ada di dunia ini seperti Indonesia yang punya satu kesatuan wilayah,  hukum dan politik.

“Aneh rasanya, kalau hari ini ada yang berpikir untuk memulai satu kesatuan eksklusif dengan pendekatan agama,  suku, ras dan bangsa. Republik ini tidak punya mayoritas dalam segala hal. Kalaupun ada agama mayoritas, ujung-ujungnya juga ada perbedaan suku, ras dan warna kulit, ” terang Viktor.

Maka pada kesempatan tersebut,  Laiskodat menantang para mahasiswa yang terlibat dalam Sekolah Perdamaian untuk menulis pengalamannya ke Boti, Timor Tengah Selatan. Dari perjumpaan dengan orang Boti, lalu refleksikan secara imajinatif tentang NTT dan Indonesia masa depan.

“Sebagai Gubernur,  saya ingin baca tulisan itu. Saya ingin baca tulisan saudara, bagaimana kehadiranmu sebagai manusia monoteis hadir di Boti. Anggap saja sebagai hadiah 100 tahun peringatan Sumpah Pemuda. 100 sampai 200 tulisan pun akan saya baca, ” jelas Gubernur.

Politisi Nasdem ini mengungkapkan kebanggaannya pada Suku Boti yang mempertahankan identitas mereka, budaya dan pola hidup yang solid.

“Perjalanan ke Boti adalah perjalanan keimanan. Perjalanan karya ilmiah. Sekali lagi tulis perjumpaan dengan masyarakat di sana dalam perspektif intelektual dan imanmu. Boti dengan kehidupan dan gaya mereka yang eksotis adalah kebanggan NTT, ” pungkas Gubernur.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Senat UKAW Kupang,  Kepala Biro (Karo) Humas NTT, Karo Hukum NTT,  para mahasiswa UKAW,  insan pers dan undangan lainnya. ***

*) Kontributor:  Avent Reme