Festival Sarung Tenun Meriah, Gubernur NTT : Sarung Tenun Merupakan Karya Intelektual Leluhur

oleh
219 views
Masyarakat menyukseskan Festival Sarung Tenun NTT (Foto: Biro Humas Provinsi NTT)
PropellerAds

KUPANG.ONLINE – Masyarakat Kota Kupang menyambut antusias pelaksanaan kegiatan Festival Sarung Tenun Ikat yang diprakarsai Dekranada NTT di Arena Car Free Day, Satu (2/3). Terpantau, sejak pukul 05.00,masyarakat sudah memenuhi Spot yang telah ditentukan. Berbagai ragam motif tenun ikat dari seluruh NTT tampak dikenakan oleh para peserta. Dari anak-anak sampai para lansia, para pemain drumband,penari,para atlet binaan cabang olah raga serta berbagai lapisan masyarakat dengan bangga memamerkan kekhasan dan ragam motif sarung ikat dari seluruh kabupaten Kota di NTT.

Di Spot satu yang berlokasi depan Gedung Kantor Gubernur Sasando, masyarakat larut dalam irama nyanyian-nyanyian perjuangan diiringi berbagai alat musik tradisional dan modern dari Paduan Suara pelajar 2.000 orang binaan Kepolisian Daerah NTT. Dengan penuh semangat, berpakaian putih dan lilitan selendang khas NTT, mereka menyanyikan tembang perjuangan seperti Indonesia Tanah Air Beta, Dari Sabang Sampai Merauke dan lainnya dengan lantang membahana di pelataran kantor Gubernur. Tak ketinggalan,gabungan pelajar NTT Menari 1.800 orang, binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT mengajak masyarakat hanyut dalam hentakan berirama tarian Massal NTT seperti Ge Mu Famire, Dolo-Dolo dan lain sebagainya. Pertunjukan pelajar SMKN 4 Kota Kupang yang memeragakan proses menenun kain sarung NTT juga tampak pafa spot ini. Masyarakat seakan disodorkan dengan pandangan khas pedesaan, saat ibu-ibu dan wanita NTT berpeluh dan berkreasi untuk menghasilkan karya nan hebat dan unik tersebut.

Iklan

Di Spot dua berlokasi depan hotel Cendana Kupang, ribuan massa berkostum putih dalam balutan sarung khas NTT dihibur dengan musik etnis tradisional yang di bawakan oleh siswa dari SMKN 2 Kupang yang berjumlah 9 orang.Sampai-sampai, Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Nae Soi,MM seakan dibawa kembali ke nostalgia masa lalu dan mencoba kembali kepiawaiannya dalam memainkan juk, alat musik tradisional sejenis gitar.

Mata juga dimanjakan dengan mini fashion show sarung NTT dari Timor Creative People(TCP) yang menghadirkan beberapa model. Salah satunya adalah Putri Tenun NTT tahun 2017 yaitu Putri Tanjung.

“Salah satu langkah yang baik sekali untuk melestarikan budaya serta tenun NTT. Saya berharap festival ini dapat berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya serta kaum melenial dapat menghargai,mencintai dan menyadari pentingnya arti dari sarung tenun”, kata Putri.

Tak ketinggalan, Komunitas dansa dari Line Dance Club yang berjumlah 7 orang turut serta memeriahkan acara di spot dua. Tarian massal NTT juga diarenakan oleh warga yang hanyut dalam suasana gembira.

Di Spot tiga, di depan Rumah Jabatan Gubernur, jumlah masyarakat juga tak kalah ramainya. Raut keceriaan terpancar saat mengenakan sarung kebanggaan NTT. Mereka bergandengan tangan membaur dalam tarian massal Tebe Kancing. Animo yang tinggi itu menggoda Gubernur NTT, Wagub, Forkopimda dan rombongan yang memantau setiap spot terlibat dalam dalam alunan kegembiraan tersebut. Penampilan grup Band Tuna Netra Hitbia dari Dinas Sosial NTT juga menghipnotis warga yang berada di spot tersebut dengan alunan merdu lagu-lagu Flobamora. Rumah produksi Tenun Ikat Ina Ndao yang sudah mendunia juga tak mau ketinggalan terlibat dalam festival akbar tersebut.

Menurut Kepala UPT Kesejahteraan Sosial, Agustinus Gervasius, Festival ini memiliki dampak luar biasa bagi para orang tua lanjut usia. “Ini merupakan satu rekreasi dan kesempatan bagi para lansia untuk bergaul dengan masyarakat,” kata Agustinus.

Sementara itu, Ibu Linda Patola, salah satu warga yang hadir pada saat itu mengatakan, kegiatan ini bermanfaat bagi anak anak untuk mengenal budaya sejak dini. “Anak-anak juga dapat bertemu dan bersosialisasi bersama teman teman baru dengan beragam budaya, adat istiadat yang ada di Nusa Tenggara Timur,” jelas Linda.

Di Spot empat, tepatnya samping lapangan Polda NTT,ribuan masyarakat yang berkumpul di situ dihibur dengan atraksi senam bersarung. Tak mau kalah, atlet dari berbagai cabang olahraga dalam balutan sarung memeragakan berbagai teknik olahraga. Ada tinju, atletik, kempo, takwendo, silat dan lain sebagainya. Masyarakat juga dapat menikmati dan berpartisipasi dalam kesukaan tarian massal NTT.

Sepanjang spot-spot tersebut masyarakat dapat menikmati suguhan jajanan khas tradisional yang sebagian besar terbuat dari kelor. Geliat ekonomi UMKM tampak nyata pagi itu.

Gubernur NTT sangat antusias mengunjungi spot demi spot dengan berjalan kaki. Didampingi Wakil Gubernur, Kapolda NTT, Danrem Wirasakti dan unsur Forlompinda lainnya, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Ketua Dekransda/PKK NTT serta rombongan lainnya disambut hangat oleh warga di setiap spot.

“Sarung tenun NTT lebih dari sekadar kerajinan tangan. Ini merupakan suatu karya intelektual yang hebat dari para leluhur dan nenek moyang kita. Mereka belum kenal budaya literasi, tapi mereka menciptakan suatu kreasi hebat yang wajib kita lestarikan serta perkenalkan kepada Indonesia dan dunia,” tegas Gubernur Laiskodat.

Pria asal Semau itu sangat mengapresiasi kegiatan Festival tenun dan antusiasme warga yang sungguh luar biasa.

“Hari ini kita menyaksikan hidup dalam keragaman ternyata menarik dan artistik. Mari kita songsong masa depan yang lebih baik dengan penuh kegembiraan dan optimisme, “jelas Viktor.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI menghimbau kepada seluruh masyarakat khusunya kaum perempuan di seluruh NTT untuk terus merawat dan meningkatkan kemampuan menenun.

“Kalau boleh, jangan dulu nikah kalau belum tau tenun, ” kelakar Gubernur Viktor saat mengunjungi instalasi tenun.

Seto Mulyadi, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) yang hadir dalam kesempatan tersebut mengaku sangat terkesan dengan kegiatan festival tersebut. Menjadi salah satu pengalaman yang berkesan baginya.

“Wow keren… Apalagi melihat semangat anak-anak yang begitu antusias mengikuti acara ini, ” kata pria yang biasa disapa Kak Seto tersebut saat ditemui usai acara di halaman kantor Gubernur.

Kak Seto mengakui kegiatan ini juga merupakan suatu bentuk kepedulian terhadap anak.

“Supaya dalam menghadapi hiruk pikuknya pesta demokrasi, anak-anak tetap rukun dan tidak terseret ke sana kemari. Ini juga mungkin contoh keteladanan dari para orang tua dan masyarakat. Kami salut dengan masyarakat NTT tampak begitu sejuk, akrab dan penuh persaudaraan. Seharusnya masyarakat Indonesia belajar dari masyarakat NTT, ” pungkas Seto yang bangga mengenakan topi khas daerah Rote Ndao Tii Langga.

Kepala Biro Humas NTT, Ardu Marius Jelamu juga salut dengan antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut.

“Target kita,peserta berjumlah 10.000 orang. Melihat luapan peserta setiap spot, jumlah itu tercapai bahkan diperkirakan melebihi. Kegiatan seperti ini kiranya dapat diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota di NTT sebagai ungkapan penghormatan dan penghargaan terhadap karya imajinasi intelktual dari menek moyang kita yang luar biasa. Mari kita terus menyukseskan ide dan gagasan brilian dari Gubernur dan Wakil Gubernur bersama ibu untuk NTT yang lebih baik, “jelas Marius saat menyampaikan keterangan pers usai kegiatan.

Apabila Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan share dengan menekan tombol social media di akhir tulisan ini. Tidak diperkenankan untuk menyebarluaskan tulisan ini tanpa menyertakan link sumbernya. Artikel ini ditulis/disadur oleh Avent Reme dan Tim Peliput Biro Humas Setda NTT]

PropellerAds