Dugaan Peran Mafia Dibalik Kelangkaan BBM  dan Upaya Strategis Jangka Panjang Untuk Lembata

oleh
194 views
Antrian kendaraan di SPBU Lewoleba, Lembata (Foto: Dok. Ist)

KUPANG.ONLINE – Sejak menjadi dari Daerah Otonom Baru (DOM), kabupaten Lembata baru memiliki satu SPBU. Keberadaan SPBU tersebut tidak dapat memenuhi permintaan masyarakat akan kebutuhan bahan bakar. Di sisi lain jumlah kendaraan terus bertambah, pula perahu motor dan kapal laut. Tentu saja satu SPBU tidak mampu melayani kebutuhan seluruh masyarakat Lembata. Lembata sendiri mendapat pasokan BBM dari pertamina Flores Timur.

Seperti dilansir Cendananews.com, Selasa (25/09/2018), sebulan terakhir ini Lembata mengalami kelangkaan BBM. Masyarakat rela mengantri sepanjang dua kilometer. Hal ini seperti dialami oleh warga Lewoleba, Martin Making yang mengaku antri selama enam jam untuk mendapatkan bensin.

Berbagai kalangan menduga kelangkaan Bahan Bakar Minyak sebulan terakhir ini (BBM) akibat ulah mafia untuk meraup keuntungan di tengah masyarakat Lembata sedang melaksanakan Festival Tiga Gunung (Festival 3G), 22 -29 September 2018 (Cendananews.com, 25/09/2018).

Politisi partai Hanura Tarsius Lukas Sale Lemba saat dihubungi oleh Kupang.online menilai kelangkaan BBM di Lembata merupakan penyakit lama yang sampai sekarang belum terselesaikan. Menurutnya, Pemda Lembata harus mengambil langka-langka yang real untuk mengatasi hal tersebut. Seperti penyedian kapal untuk angkut BBM dari Larantuka ke Lembata yang memenuhi standar kelayakan kebutuhan jangka pendek.

Berikutnya, ia berharap para pihak terkait dalam urusan penyaluran BBM ini harus benar-benar menyalurkan BBM tepat sasaran. Jangan sampai BBM yang diangkut ke Lembata tidak tepat sasaran. Jangan setelah sampai di lewoleba  ada tangan-tangan ‘nakal’ yang bermain sehingga volume BBM untuk Lembata berkurang.

Terkait dengan situasi kelangkaan BBM di Lembata, pria yang terdaftar sebagai calon anggota DPRD Provinsi NTT asal Dapil 6 dari Partai Hanura ini menghimbau  agar pihak keamanan harus terjun langsung memantau dan menjaga penyaluran BBM dari Larantuka sampai Lembata bahkan mengawal langsung proses jual beli BBM di tempat penjualan resmi di Lewoleba.

Di pihak lain kelangkahan ini harus segera dikoordinasikan dengan pihak – pihak terkait di Pemda Flores Timur dan Pemerintah Provinsi NTT serta pemerintah pusat untuk duduk bersama membahas kelangkahan ini. Satu cara yang pasti untuk mengatasi kelangkahan ini adalah membuka kantor cabang Pertamina di Lembata. Sehingga penyaluran langsung ke masyarakat Lembata dengan mendirikan beberapa SPBU sendiri.

“Untuk membuka kantor Pertamina serta SPBU sendiri harus memenuhi banyak persyaratan. Untuk jangka panjang hal ini harus dilakukan demi masyarakat Lembata,”tandasnya. ***