Buntut Penyerangan Terhadap Martha Kase Cs, Tim Kuasa Hukum Desak Pihak Kepolisian Buka Rekaman CCTV Area GBK

oleh
1.292 views
Tim Kuasa Hukum Martha Kase berpose di depan Mapolsek Tanah Abang (Foto: Dok. Ist)

[KUPANG.ONLINE] Kasus penganiyaan yang menimpa Martha Kase, mantan atlit pelari nasional, asal NTT, masuk pada fase penyelesaian secara hukum. Polisi merespon laporan dengan langsung menerima Tim Kuasa Hukum Tobbyas Ndiwa, SH dan Oscar Rassi, SH dan advokat Victor Tibo, SH di Mapolsek Tanah Abang, Selasa (06/11/2018).

Kapolsek Tanah Abang, AKPB Lukman Cahyono turun lansung dalam pertemuan tersebut dengan Tim Kuasa Hukum, Martha Kase dan suaminya yang juga mantan atlit pelari nasional yang masih aktif sebagai pembina atlit-atlit pelari junior.

Seperti diberitakan sebelumnya, Martha Kase menjadi korban pengeroyokan oleh beberapa oknum petugas security SGR, Sabtu (27/10/2018), di seputaran kawasan Gelora Bung Karno – Senayan Jakarta.

Pihak oknum security SGR sendiri ikut membuat laporan polisi terhadap peristiwa tersebut mengklaim bahwa pihak Martha Kase dan kawan-kawan yang menyerang mereka.

Karena dua belah pihak saling melapor, maka pada pertemuan tersebut, Tobbyas mendesak kepada kepolisian untuk membuka rekaman CCTV GBK. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi dusta antara para pelapor.

Menurut Tobbyas, dari rekaman CCTV semua pihak dapat tahu fakta yang sesungguhnya, pihak siapa yang terlebih dahulu melakukan penyerangan.

“Kami ingin proses hukum ini benar-benar terbuka dan fair, itu saja “tandas Tobbyas.

Lanjut Tobbyas, “Agak aneh pihak Martha Kase hanya satu perempuan dan tiga pria rekannya berani menyerang anggota security SGR yang berjumlah lebih dari 10 orang pria dengan 3 mobil patroli.”

Pertemuan Kapolsek Tanah Abang, AKPB Lukman Cahyono dengan Tim Kuasa Hukum Martha Kase Cs dan korban di Mapolsek Tanah Abang (Foto: Dok. Ist)

Saat dihubungi KUPANG.ONLINE, Tobbyas meyampaikan rasa penyesalan dengan peristiwa yang menimpa Martha Kase. Oknum security SGR bertindak semena-mena terhadap seorang perempuan dan ibu-ibu pula. Selain itu, Martha Kase adalah pahlawan olahraga nasional yang pernah mengharumkan nama bangsa Indonesia baik dikancah nasional, Asia maupun internasional.

Padahal saat beliau di keroyok , beberapa kali Martha berteriak kencang secara berulang-ulang.

“Jangan pukul saya. Jangan pukul saya. Saya mantan atlit nasional. Namun pihak pengeroyok tetap tidak peduli.” Tobbyas meniru Martha Kase.

Tobbyas mengungkapkan penyesalannya atas tindakan semena-mena yang dilakukan oleh oknum security SGR yang melampaui kewenangan dan dengan cara kekerasan pula.

Menurutnya, secara logika, security/satpam itu pembantu kepolisian RI, tapi memiliki kewenangan terbatas.  Hal ini tertuang dalam Pasal 10 huruf C Perkapolri No.8 tahun 2009 yang  menjelaskan  satpam/security tidak boleh menggunakan kekerasan, kecuali dibutuhkan untuk mencegah kejahatan, membantu melakukan penangkapan pelanggar hukum dan tersangka sesuai dengan peraturan pengguna kekerasan. Satpam dilarang melakukan penghukuman dan tindakan fisik yang tidak berdasarkan hukum (corporal punishment ).

Ia menambahkan security itu bukan saja mengandalkan kekuatan otot namun sumber daya manusia. Apalagi mereka ditempatkan di GBK tempat bersejarah yang menjadi salah satu icon sarana olahraga nasional yang sudah mendunia.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek AKBP Lukman Nurcahyo dan jajarannya, berjanji segera “memprioritaskan” kasus ini. Rencana besok, Rabu (07/11/2018)  kembali ada pengajuan BAP tambahan oleh Tim Kuasa Hukum Martha Kase. ***