Berbicara di Dinas Pendidikan NTT, Ibu Julie Soetrisno Laiskodat Imbau Buka Jurusan SMK Berbasis Potensi Lokal

oleh
1.425 views
Ibu Julie Soetrisno Laiskodat (Foto: Disdik.nttprov.go.id)

KUPANG.ONLINE –  Dalam kunjungan kerjanya sebagai Ketua Dekranasda NTT, ibu Julie Soetrisno Laiskodat, ke Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Kamis (13/09/2018) menegaskan posisi Dinas Pendidikan sangat strategis.  Masa depan NTT ada di tangan Dinas Pendidikan NTT. Kita akan tua dan mati. Tapi anak-anak akan melanjutkannya.

“Siapa yang menggantikan kita untuk meneruskan bangsa kalau bukan kita punya anak-anak?” ujar Julie Laiskodat retoris seperti dikutip dari Disdik.nttprov.go.id.

Dekranasda NTT adalah mitra pemerintah, mitra Dinas Pendidikan yang merupakan bagian dari pemerintah itu sendiri. Maka kunjungan ini menjadi penting dalam rangka mengkoordinasi dan mengelaboran program dan kegiatan Dinas Pendidikan dengan Dekranasda NTT.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, pada kesempatan itu menyampaikan bahwa sinergitas program dan kegiatan Dinas Pendidikan dengan Dekranasda tak dapat dilakukan perubahan secara cepat karena sistem perencanaan 2019 sudah masuk dalam KUA PPAS. Namun, Lisapaly menjanjikan akan mengakomodirnya dalam anggaran perubahan kelak.

Julie Laiskodat yang memaparkan materi secara runtun, tertatah dan diselingi humor ini membeberkan tantangan pendidikan dewasa ini. Pertama, adanya anggapan tak perlu sekolah. Hal ini dikutipnya dari video Dedy Corbuzer yang sempat viral soal pendidikan. Orang semakin apatis pendidikan di sekolah karena mereka beranggapan apa yang dipelajari di sekolah tidak dapat diaplikasikan langsung secara nyata.

Tantangan kedua, kehadiran home schooling di kota-kota besar yang dapat menggeser paradigma masyarakat bahwa keberadaan sekolah itu menjadi tidak penting. Toh orang bisa mengikuti home schooling.  Julie Laiskodat bukan tidak setuju dengan konsep home schooling, tapi ia melihat pendidikannya dalam dimensi yang lebih luas. Benar adanya, belajar tak sekedar teori. Belajar harus dipraktekkan, dan yang amat penting adalah belajar harus bersekutu dengan orang lain. Dengan kata lain, belajar harus memungkinkan terjadi interaksi sosial.

Ia juga menyayangkan banyak SMK di NTT yang membuka jurusan seperti accounting dan multimedia.  Istri gubernur NTT ini mempertanyakan mengapa SMK-SMK tidak membuka jurusan/program yang yang berbasis lokal (potensi NTT, red)? Dalam pandangannya, jurusan accounting dan multimedia  akan menghadapi persaingan global, tetapi berebda jika jurusan itu berbasis lokal NTT. Maka  sekolah, guru dan siswa dapat menghadapi persaingan tersebut karena  potensi tersebut mereka miliki. Ia mendorong untuk  membuka sekolah jurusan atau program yang benar-benar  berpotensial dengan kearifan lokal. Karena itu dalam kapasitasnya sebagai ketua Dekranasda NTT, ia bertanggungjawab untuk  untuk membuka mindset masyarakat dan pemangku kepentingan bidang pendidikan untuk membuka jurusan yang berbasis potensi lokal.

Julie Laiskodat kembali mengingatkan  bahwa para leluhur menetapkan konsep pendidikan (sekolah) memiliki maksud dan tujuan yang sangat mulia. Maka tugas dan tanggungjawab kita adalah mempertahankannya.  Persoalannya di sana ada beragam masalah dan tantangan, tugas kita adalah mencari langkah-langkah pemecahannya. Tantangan pendidikan kedepan semakin berat. Maka dari itu para guru harus membekali diri dengan pengetahuan dan informasi terbaru. Mereka meningkatkan kompetensi keahlian melalui pelatihan-pelatihan. Tantangan kedepan bukan saja siswa yang menghadapi tantangan global tetapi para pendidik akan mengalami hal yang sama.

Meskipun urusan pendidikan telah dibagi antara pemerintah kabupaten dengan provinsi, mata rantai (urusan, red) tidak boleh putus. Julie Laiskodat meminta  Dinas Pendidikan untuk memakai Dekranasda yang secara tugas pokok dan fungsi dapat bekerja lintas sektoral.

“Maka itu pakai kami. Itu yang saya akan bawa ke kabupaten. Kadang-kadang khan sulit provinsi untuk berbicara di kabupaten. Tak apa-apa pakai kami supaya mata rantai (pendidikan, red) dapat berjalan.” Ujar Julie Laiskodat seperti dilansir Disdik.nttprov.go.id, Kamis (13/09/2018). ***