Belajar Dari Dagelan Ratna Sarumpaet, Perangi Hoax Dengan 5 Langkah Cerdas

oleh
348 views
Ilustrasi (Sumber: Sulselsatu.com)

KUPANG.ONLINE – Tipu daya Ratna Sarumpaet menuai hujatan yang semula menyatakan diri sebagai korban penganiyaan.  Pengakuan Sarumpaet mengundang keperihatinan rekan-rekannya yang sealiran politik. Bak gayung bersambut, rekan-rekanya langsung menghubung-hubungkan penganiyaan dengan panasnya atmosfir politik menjelang Pilpres 2019.

Tokoh-tokoh besar turun ke jalan. Melakukan press conference. Mulai dari Prabowo Subianto, Amien Rais dan sejumlah petinggi partai pendukung Prabowo-Sandi. Mereka tak mengutuk tindakan tersebut, juga mendesak polisi mengusut tuntas dalang dan pelaku dibalik peristiwa tersebut.

Polisi memenuhi harapan mereka, ya mereka, yang sejak awal berseberangan politik dengan Jokowi. Profesional polisi teruji. Hingga akhirnya menemukan fakta yang mengejutkan bagi kelompok yang terlampau berbela rasa dengan Sarumpaet. Tak demikian masyarakat pada umumnya yang mencuriga pengakuan sepihak kubu sebelah.

Nasib sudah jadi bubur. Semua pihak telah di-gocek oleh Sarumpaet. Tak lama berselang polisi menginvestigasi peristiwa yang disebut kubu sebelah, Sarumpaet membuat pengakuan yang mengejutkan. Mengejutkan kubu sebelah. Kubu Prabowo harus jumpa pers merespon pengakuan Sarumpaet. Mengutuk kembali si pembuat hoaks terbaik di negeri ini.

Mengingat Indonesia rentan terhadap ancaman bahaya hoaks, maka masyarakat harus dibekali dengan tips dan trik menangkal hoaks. Kompas.com (09/01/2017) melansir tips anti hoax.

Perkembangan teknologi smartphone dan media sosial yang masif tak didukung dengan literasi digital yang memadai akibatnya masyarakat terhasut hoax (berita palsu).

Penyebaran informasi yang sesaat dengan mudah beredar melalui berbagai jalur digital seperti situs online dan messenger.  Apabila masyarakat tidak hati-hati, warganet bisa kena jeratan hoax, bahkan ikut  menyebarkan berita palsu palsu. Hal ini sangat merugikan  pihak yang menjadi korban fitnah. Lantas bagaimana upaya masyarakat agar tidak terhasut informasi palsu?

Seperti ditulis Oik Yusuf pada Kompas.com, Minggu (08/01/2016),  Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax Septiaji Eko Nugroho menguraikan tips sederhana untuk menangkal berita palsu dengan cara  mengidentifikasi yang mana berita hoax dan yang mana berita asli.

Pertama, Pembaca harus hati-hati dengan judul berita yang provokatif

Berita palsu seringkali dibumbuhi dengan judul sensasional yang provokatif. Sebagai contoh judul langsung menudingkan jari ke pihak atau kelompok tertentu. Kontennya dapat dicopot dari media resmi, tapi isinya dirubah sesuai tujuan  pembuat hoax. Maka saran yang baik jika pembaca menemukan  berita dengan judul provokatif, sebaiknya dibandingkan berita serupa pada media-media resmi. Bandingkan keseluruhan isinya. Apakah isinya sama atau memang ada yang berbeda. Cara ini dapat menolong pembaca sekurang-kurangnya dapat memperoleh konklusi yang lebih berimbang.

Kedua, pengguna internet harus mencermati alamat situs atau alamat url bagi informasi yang diambil dari website

Cermatilah alamat URL situs tersebut dengan seksama. Apabila informasi tersebut berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi – misalnya menggunakan domain gratis, wajib dipertanyakan kebenaran informasinya.

Ketiga, pengguna internet wajib memeriksa fakta

Mempertanyakan asal atau sumber berita. Siapa sumbernya? Sumbernya darimana? Apakah informasi tersebut disebarluaskan institusi resmi seperti Polri dan KPK?  Pembaca tidak terkesan buruh-buruh percaya dengan informasi yang sumbernya adalah  pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat. Jagalah balance sumber berita. Perhatikan keberimbangan sumber berita. Satu sumber tak menjamin untuk mendapatkan informasi yang utuh.  Temukan perbedaan  antara berita yang disusun sesuai  fakta (kesaksian dan bukti) atau  opini (cenderung subyektif).

Keempat, pengguna internet harus mengecek keaslian foto

Persoalannya, tidak hanya konten yang dimanipulasi, melainkan juga konten yang berupa teks yang bisa dimanipulasi , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain seperti foto dan video. Pembuat hoax dapat melakukan sendiri atau membayar orang lain untuk mengedit gambar atau video.  Karena itu pembaca dapat  mengecek keaslian foto dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images.  Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa  di internet sehingga pembaca bisa melakukan komparasi.

Kelima, pengguna harus terlibat aktif dalam grup diskusi anti-hoax

Banyak fanpage dan grup diskusi anti hoax seperti  Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

Grup-grup diskusi ini, warganet dapat ikut bertanya apakah suatu informasi merupakan berita palsu atau bukan, sekaligus mencari klarifikasi yang telah diberikan oleh pihak lain.  Anggota dapat memberikan kontribusi sehingga grup-grup tersebut berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan keterlibatan banyak orang.

Bila pembaca menemukan informasi hoax,  pengguna internet dapat melaporkan hoax tersebut melalui sarana yang disediakan oleh masing-masing media.

Gunakan fitur Report Status pada facebook dan kelompokkan berita hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Facebook akan merespon dan menghapus status tersebut.

Pada Google, pembaca bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu.

Sedangkan Twitter memiliki fitur Report Tweet guna melaporkan tuitan yang negatif, begitu pula dengan Instagram. Pengguna dapat mengadi konten internet yang negatif  ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Sementara masyarakat Indonesia Anti Hoax menyediakan data.turnbackhoax.id guna menampung aduan hoax dari warganet. TurnBackHoax sekaligus berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoax.

Kiranya tips dan trik ini  dapat menolong pembaca untuk memerangi hoax. Karena hoax bagaikan sekam dalam api yang dapat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hari gini, Anda masih mau terjerat hoax? Cukuplah tetangga sebelah. Membohongi dan dibohongi. ***