Begini Pesan Gubernur NTT Kepada ASN Purna Bhakti Lingkup Pemerintah Provinsi NTT

oleh
809 views
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyerahkan piagam penghargaan perwakilan ASN yang purna bhakti, Senin, 01/10/2018 (Foto: Biro Humas Setda Provinsi NTT)

KUPANG.ONLINE – Pada waktunya, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS)  atau Aparatur Sipil Negara (ASN) akan terbebas dari rutinitas birokrasinya. Hal ini akan dialami oleh 39 orang PNS purna bhakti dan 1 PNS yang pensiun dini di Lingkup Pemerintah Provinsi NTT seperti dilansir Bkd.nttprov.go.id (Selasa, 02/10/2018).

Belum semua PNS yang legowo dengan peralihan statusnya, dari PNS menjadi seorang pensiunan. Tak sedikit pula yang mengalami post power syndrom. Lantaran perubahan status tersebut. Perubahan aktivitas  rutin. Tadinya biasa bekerja menjadi tidak bekerja. Yang sebelumnya memiliki peran dan jabatan tertentu di pemerintahan, kini  tidak lagi memiliki peran atau jabatan. Pula terjadi penurunan pendapatan, perubahan relasi sosial, penurunan kesehatan karena usia yang terus menua.

Dari rentang usia pengabdiannya sejatinya seorang PNS dapat mengurangi aktivitasnya. Melewati masa purna bakti dengan aktivitas ringan. Artinya dengan berakhirnya masa tugas tak berarti seorang PNS berhenti bekerja. Purna Bakti PNS dapat melakukan berbagai aktifitas seperti kegiatan wirausaha, bertani, berkebun atau mengembangkan hobi.

Sebagaimana dilansir Bkd.nttprov.go.id (Selasa, 02/10/2018), bBertepatan upacara bendera peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Senin (01/10/2018), Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melepas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna bhakti terhitung bulan Oktober.

Pada kesempatan tersebut, ia mengingatkan  seluruh ASN tentang masa pensiunan. Pensiun dari PNS tak berarti pensiun dari hidup.  Supaya pensiunan hidup, maka mereka tetap bekerja.

“Teman-teman yang purna tugas, pensiun dari PNS bukan pensiun dari hidup,” ujar Viktor Bungtilu Laiskodat disambut tepukan tangan ASN seperti dilansir  Bkd.nttprov.go.id.

Laiskodat menghimbau kepada ASN purna bhakti untuk terus melaksanakan tugas pengabdian dalam rangka membangun bangsa dan daerah dengan terlibat aktif dalam berbagai program  Pemerintah Provinsi NTT seperti sektor pariwisata dan gerakan revolusi hijau dengan menanam dan makan kelor.

Lebih lanjut, menurut Laiskodat, mengambil bagian tugas dalam program pemerintah merupakan pekerjaan yang tak terpisahkan dengan ASN yang telah purna bhakti karena semua orang bertanggungjawab untuk membangun bangsa ini. ***