Pertemuan Dua Sahabat Lama, Wagub Nae Soi dan Menaker Hanif Dhakiri Bahas 7 Hal Ini

oleh
1.210 views

[KUPANG.ONLINE]  Moratorium pengiriman tenaga kerja bukan lagi pada tataran wacana. Bukan pula pada kata-kata tanpa aksi. Berbagai langkah strategis ditempuh Viktor-Josef dalam menatakelola ketenagakerjaan di NTT. Langkah-langkah tersebut seperti diberikan KUPANG.ONLINE, Kamis (26/10/2018) (Baca: Wagub Josef A. Nae Soi Menemui Menaker Hanif Dhakiri Bahas Moratorium TKI dan BLK).

Nae Soi dan rombongan diterima Menaker Dhakiri di ruang kerjanya, Jumat (26/10/2018). Dalam pertemuan itu, Menaker Muhamad Hanafi Dhakiri menyampaikan pemahamannya soal moratorium pengiriman tenaga kerja yang ditetapkan oleh Gubernur NTT dengan Peraturan Gubernur agar tidak ada lagi pengiriman tenaga kerja ilegal dan unskill serta diperlukannya pengaturan kembali tata kelola pengiriman enaga kerja keluar negeri.

Beberapa point yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain Kementerian Tenaga Kerja, Pemerintah Provinsi NTT, APJATI serta stakeholders perlu duduk bersama untuk mengatur tata kelola ketenagakerjaan.

Kedua, tenaga kerja yang dikirim keluar negeri adalah tenaga kerja yang memiliki standar keahlian sesuai spesifikasi yang ditetapkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Kementerian Tenaga Kerja.

Ketiga, dibahas pula soal Balai Latihan Kerja (BLK) yang direncanakan supaya dibangun di setiap kabupaten dan khusus Provinsi NTT dibutuhkan Kaur Ketenagakerjaan di setiap desa paling kurang dua orang.

Keempat, Program desimigratif yaitu desa migrasi produktif yang bertujuan untuk melatih masyarakat guna memiliki ketrampilan yang memadai agar dapat memanfaatkan sumber-sumber yang ada di sekitar untuk pemenuhan kebutuhan hidup.

Kelima, membentuk layanan imigrasi dari desa sehingga proses perlolehan paspor bisa dilakukan desa untuk memperoleh tenaga kerja yang prosedural.

Keenam, menggagas wirausaha produktif misalnya bagi suami yang ditinggalkan isteri bekerja diluar negeri. Sang suami memiliki usaha-usaha produktif yang modalnya diperoleh dari penghasilan atau gaji sang istri sehingga setelah istri tidak lagi bekerja diluar negeri, mereka sudah memiliki usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup selanjutnya.

Ketujuh, membentuk community parenting. Pembiayaan pendidikan anak-anak yang orangtuanya bekerja diluar negeri melalui kerjasama dengan pihak perbankan. Anak-anak dipastikan memperoleh KIS dan KIP.

Pertemuan antara senior dan junior dalam suasana penuh keakraban dan sangat cair. Menaker Dhakiri menitipkan salam untuk Gubernur NTT dan beliau akan mendukung penuh kebijakan Gubernur NTT dalam mengatur kembali tata kelola ketenagakerjaan di Provinsi NTT agar kelak memberikan manfaat bagi kebangkitan NTT menuju masyarakat yang sejahtera.

Dengan begitu banyak dan luasnya relasi personal antara Gubernur dan Wakil Gubernur dengan para pemangku kepentingan di tingkat pusat baik eksekutif maupun legistilafi dan pimpinan korporasi merupakan modal yang sangat berharga dalam upaya membangun daerah untuk mewujudkan NTT Bangkit Menuju Sejahtera.

Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT di Jakarta, Bertho Lalo, saat dihubungi KUPANG.ONLINE menyatakan dua minggu terakhir ini mendampingi Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi menemui para pejabat tinggi negara. Mereka mereson positif dengan niat dan tekad Viktor-Josef untuk membangun NTT. Jika trend kepemimpinan Viktor-Josef seperti ini, ia yakin tagline NTT Bangkit Menuju Sejahtera akan terwujud lebih cepat.

“Dalam kurung waktu dua minggu terakhir ini, saya mendampingi Wakil Gubernur NTT mewakili Gubernur NTT bertemu dengan Menkeu, Menteri PUPR, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Dalam Negeri, Menteri Tenaga Kerja dan para Anggota DPR RI untuk meminta dukungan dalam rangka percepatan pembangunan di NTT dan semua memberi respon yang sangat positif. Jika trendnya seperti ini, saya berkeyakinan tagline NTT Bangkit Menuju Sejahtera akan terwujud lebih cepat.” Ujarnya. ***