119 Peserta Seleksi P3K Provinsi NTT yang Terdaftar, 1 Tidak Hadir

oleh
1.309 views
Suasana ujian PPPK Lingkup Pemerintah Provinsi NTT di SMAN 3 Kupang, Sabtu (23/02/2019)

KUPANG ONLINE – Salah satu ketetapan UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara,  jenis pegawai ASN  terdiri dari PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

P3K adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan dan diangkat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan kebutuhan Instansi Pemerintah dan ketentuan Undang-Undang ini.

Pengadaan P3K melalui proses pemetaan,  penyusunan jumlah dan jenis jabatan  berdasarkan analisis jabatan dan beban kerja untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang diperinci per 1 (satu) tahun berdasarkan prioritas kebutuhan. P3K dapat diperpanjang sesuai kebutuhan dan didasarkan pada penilaian kinerja

Seleksi P3K  melalui penilaian secara objektif berdasarkan kompetensi, kualifikasi, kebutuhan Instansi Pemerintah, dan persyaratan lain yang dibutuhkan dalam jabatan.

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja berhak memperoleh gaji dan tunjangan; cuti; perlindungan; dan pengembangan kompetensi. Namun, P3K tidak dapat diangkat secara otomatis menjadi calon PNS. Untuk diangkat menjadi calon PNS, P3K harus mengikuti semua proses seleksi yang dilaksanakan bagi calon PNS dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

P3K diberikan untuk Tenaga Profesional dan   lanjutan dari K1 dan K2 merujuk pada PP 48/2005, PP 43/2007, PP 56/2012 dan SE 814.1/169/SJ Tahun 2013.

Seleksi penerimaan  P3K tahap I Lingkup Pemerintah Provinsi NTT telah berlangsung Sabtu (23/02/2019) di SMAN 3 Kota Kupang. Kepala Bidang Perencanaan dan Formasi Pegawai BKD Provinsi NTT, Fransiskus Wotan, S.Sos, saat dijumpai KUPANG ONLINE di lokasi tes menyampaikan terkait pelaksanaan tes P3K. Menurutnya, tiga kabupaten yang tidak  melaksanakan seleksi P3K, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Flores Timur namun Wotan tak sempat merinci alasan ketiga kabupaten tersebut.

Sementara admin Seleksi P3K, Risky Asvin Welvart, S.Kom, usai tes melalui pesan Whatsapp melaporkan peserta tes sebanyak 119 orang. Mereka adalah para guru SLB/SMASMK dan penyuluh pertanian yang berasal dari sejumlah kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur. Dari 119 peserta yang terdaftar, sebanyak 1 orang yang tidak mengikuti tes.

P3K yang dinyatakan lulus apabila memenuhi ambang batas kumlutaif paling rendah 65 dan nilai seleksi kompetensi teknis paling rendah 42, sedangkan  nilai wawancara paling rendah 15.

Hingga berita ini diturunkan, hasil tes P3K belum diumumkan karena menunggu pengolahan  final oleh Panita Seleksi Nasional (Panselnas). ***